:::: MENU ::::
"Assalamu alaikum :)"

Itulah kata pertama di "wanci balebat" (dalam budaya Sunda berarti waktu selepas Subuh) Jum'at ini yang kukirim lewat blackberry massenger kepadanya, dia yang berada nun jauh di sana. Tak terbalas. Mungkin masih terlelap. Atau masih khusyuk di atas sajadahya. Atau sedang melantunkan ayat suci Al Qur'an.




Salam saya kepadanya, mengingatkan tentang perjalanan kita beribu kilometer jauhnya. 800 ribu kilometer kita arungi, tatkala kita mengelilingi matahari! Dan lebih dahsyat lagi, 6 juta kilometer! Tatkala kita ber"tawaf" mengelilingi pusat galaksi bimasakti.

Perjalanan super jauh itu berarti kita sama-sama berjalan di atas planet bumi ini dengan kecepatan lebih dari 250.000 km per jam... Allahu akbar! Kecepatan super itu setiap hari kita jalani, kawan. Jika kita berkendara, kecepatan 87,5 km per jam saja kau sudah teriak-teriak, "aduh, jangan ngebut Kang!" Apalagi ini, dengan kecepatan 200 ribu km per jam?! Hampir 2500 kali lipat.

Tapi, kau tak pernah teriak-teriak. Tapi, kau tak pernah protes atau sekedar mengeluh dengan perjalanan yang sangat jauh ini. Kau malah sebaliknya, tiap malam tidur sangat pulas dengan mimipi indahmu sendiri. Kau malah sebaliknya selalu tertawa lepas jika aku berceloteh tentang hal konyol.

Adakah yang berkuasa menggerakan sebuah benda dengan kecepatan 250.000 km per jam dan setiap harinya menempuh enam juta kilometer lebih, selain Yang Maha Berkuasa dan yang Maha Berkehendak?

pict source: NASA.gov

0 komentar:

Post a Comment