:::: MENU ::::
sumber: iuemag.com


Kebiasaan menulis sebenarnya sudah lama saya lakukan, mungkin lebih dari 6 tahun lalu. Berbagai macam buku "diary" saya beli, dan setiap hari saya menulis. Apa pun saya tulis, mulai dari kejadian sehari-hari, pikiran saya tentang suatu kejadian, ide-ide saya untuk sekolah, sampai goresan sederhana yang menggambarkan situasi tempat yang saya singgahi. Namun semuanya tidak lantas membuat saya mahir dalam menulis. Setidaknya belum ada satu tulisan saya yang dimuat di media cetak.

Singkat cerita, saya memiliki teman semasa kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (dulu IKIP Bandung). Dia bergabung di One Day One Post (ODOP), dan hampir setiap hari selalu muncul tulisannya di wall facebook. Saya selalu baca setiap tulisannya, begitu beragam dan begitu mengalir: cerita 'thriller', cerita lucu, puisi, sampai cerita absurd yang keluar dari logika manusia. Tulisannya sering menjadi inspirasi kepada diri saya.
Bisakah saya menulis seperti itu, yang bisa memberi makna kepada orang yang membacanya, yang memberi manfaat bagi sesama.

Dari sanalah muncul pikiran saya tentang ODOP. Sebuah perkumpulan atau komunitas atau apalah namanya yang bergelut dalam hal membaca dan menulis. Kumpulan orang-orang yang gemar menulis, menuangkan isi pikiran seluas-luasnya. Sebuah komunitas yang konsisten memberi pengetahuan dan ilmu menulis. Lalu, dari tulisan-tulisan teman kuliah saya itu, saya tahu bahwa ODOP banyak memberi tantangan yang harus diselesaikan anggotanya, sehingga kemampuan menulis anggotanya semakin terasah, dan muncul potensi yang sebelumnya tidak terlihat. Terbersit keinginan bergabung dengan komunitas tersebut.

Dan akhirnya, pada hari Selasa kemarin saya mulai bergabung dengan ODOP, sebuah impian yang terkabul. Di sinilah saya menyimpan asa , semoga tulisan-tulisan saya lebih tertata, semoga tulisan saya lebih mengalir dan lebih berwarna. Terlebih lagi asa yang paling besar adalah bisa memberi makna bagi orang-orang di sekeliling saya.

Hanya itu? Tidak!

Ada asa lebih besar lagi, ada impian yang ingin saya raih, yaitu keinginan untuk membuat komunitas menulis di tempat saya mengajar. Komunitas menulis yang kelak melahirkan karya berupa buku ataupun buletin yang berisi ide-ide, artikel-artikel, ataupun cerita yang bermanfaat. Keinginan untuk menjadikan ODOP sebuah wadah terbesar yang menginspirasi jutaan orang (khususnya para pelajar dan anak-anak) menjadi penulis handal, menjadi penulis yang berkarakter, menjadi penulis yang konsisten memberi manfaat bagi dunia tulis menulis ini. Keinginan melihat ODOP secara konsisten menerbitkan karya-karya besar: buku, buletin mingguan, jurnal, kumpulan cerita, surat kabar yang lahir dari para penulis-penulisnya.

Lebih kerennya, suatu saat ODOP turun ke sekolah-sekolah, memberikan share ilmu menulis kepada anak-anak dan pelajar. ODOP menjadi penggagas menjamurnya budaya literasi di sekolah. 

Semoga bermanfaat, tabik!


3 comments: