:::: MENU ::::
"Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu." Al Qur’an, Ash Shâffat : 66

"Sesungguhnya orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur."  Al Qur’an, An Naba : 31-32

Suatu pagi saya berjalan kaki, sambil menghirup udara segar (karena hari itu hari libur jarang kendaraan yang keluar), menuju pasar di dekat rumah. Kerumunan orang begitu ramai, jual beli berbagai macam kebutuhan makanan dan lainnya. Saya menjumpai seorang ibu yang menjual buah sawo. Sembari tersenyum menyambut kedatangan saya, menawarkan dagangannya. Oh ya, tentu saja dengan bahasa pedagang semua buahnya baik dan berasa manis. Sepintas melihat, ya benar, sawonya memang tampak segar dan baik. Tanpa banyak tanya dan menawar saya langsung membeli setengah kilo. 

Siangnya saya bersama keluarga mencoba buah yang pagi tadi saya beli. Dan ternyata … beberapa buah busuk, dan beberapa lagi pahit. Wah, kecewa juga. Harapan membeli buah semuanya dalam keadaan baik dan manis tak terpenuhi. Toh, akhirnya saya menggerutu ditambah pula gerutuan adik-adik saya (walau saya tahu gerutuan tak membuat keadaan lebih baik).

Apa boleh buat, selang beberapa saat saya tersadar, mengucap syukur, masih bisa menikmati sawo lainnya, yang baik, yang berasa manis. Di luar sana berapa juta orang yang tak dapat menikmati buah sawo. 

Teringat akan tulisan dari Syaikh Abdul Qadir Jailani: pilihlah buah yang paling baik! Dalam satu pohon buah terdapat banyak ranting. Ranting-ranting itu menyimpan beberapa buah, beda ranting beda pula buahnya. Ada ranting yang menghasilkan buah yang baik rasanya manis dan ranting lainnya menghasilkan buah yang buruk, rasanya pahit. Jika kita disuruh memilih diantara keduanya tentu saja kita akan memilih buah yang baik, yang manis rasanya. Lalu apa akibatnya jika kita memakan buah yang buruk?

Rasanya saja sudah pahit, mungkin mengandung penyakit pula. Jika kita menghindar memakan buah yang buruk, kita akan terhindar dari penyakit. Namun jika kita memakannya, terasa pahit, walau mulut kita sudah dicuci agar menghilangkan pahitnya, tetap saja perut kita sudah menyimpan penyakit. Namun buah yang baik akan mendatangkan kesehatan, kebahagiaan karena rasanya yang manis itu.

Begitu pula dengan amalan kita. Kebaikan dan kejelekan tampak seperti buah yang baik dan buruk itu. Kebaikan akan mendatangkan kebahagiaan, kesehatan, surga, dan menggembirakan hati orang lain. Sebaliknya perbuatan buruk akan mendatangkan kesusahan hati, kebencian, sempitnya pikiran, dan membuat orang itu jauh dari rahmat Allâh Ta’ala. Jika kita dapat memilih buah yang baik, kenapa dalam perbuatan kita sehari-hari masih saja kita melakukan hal-hal yang buruk. Merasa hanya dirinya benar dengan menjelek-jelekan orang dan menyalahkannya di hadapan orang banyak, menggunjing kejelekan orang lain, berbohong, mengambil yang bukan haknya (walau hanya selembar kertas milik kantor untuk keperluan pribadi tanpa izin), toh, semuanya ternyata bagian dari diri kita.

Sebagai makhluk paling sempurna, kita diberi kebebasan memilih dua buah tadi, silakan tidak ada paksakan, hendak buah yang baik atau buah yang buruk. Maha Suci Allâh, maka orang yang memilih buah yang baik, dengan iman dan amalan-amalan solehnya sehingga dia berhak menempati surga yang maha indah. Tidak ada seorang pun memiliki amalan baik kecuali semata-mata kerana rahmat dan taufiq-Nya di dunia dan di akhirat. Rasulullâh SAW pun bersabda “Tidak ada seorang pun masuk surga kecuali amalannya”, ketika sahabat bertanya “Begitukah juga denganmu Wahai Rasûl?” “Ya, aku juga begitu, kecuali jika Allâh menaungi aku dengan rahmat-Nya”

Apabila engkau seorang yang taat kepada Allâh, melaksanakan semua perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan berserah diri pada kekuasaan-Nya, Dia akan menjagamu dari murka-Nya dan akan menganugerahkan keutamaan-Nya kepadamu dan akan menjagamu dari semua kejelekan dunia dan agama.

Wallahu a'lam.

4 comments:

  1. sama-sama Mba, terutama mengingatkan diri sy sendiri 🙏

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. iya Bang Wakhid, dan One Day One Post salah satu buah yg baik...

      Delete