:::: MENU ::::


Tulisan ini menceritakan tentang rasa kepedulian sosial dari siswa/i SMAN 1 Cikande, sebuah sekolah yang berada di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Kali ini rasa kepedulian sosial dilakukan dengan menggelar aksi peduli, penggalangan dana bagi korban kekerasan yang menimpa warga Rohingya, Myanmar. Warga Rohingya tersebut mengalami penindasan dan sebagian besarnya mengungsi ke berbagai negara, termasuk negara Indonesia, salah satunya berada di kota Medan, Sumatera Utara.

***

Siapa pun yang melihat perempuan tua hendak menyeberang jalan, pasti akan tergerak hatinya untuk membantu, menuntun perempuan tua itu menyeberang jalan dengan selamat. Siapa pun jika melihat orang lain tertindas pasti akan merasakan amarah, amarah karena melihat orang yang dizalimi telah merusak nilai kemanusiaan. Rasa yang muncul dari dalam diri itulah, seperti yang dikatakan oleh Ary Ginanjar, sebagai "God Spot". Setiap manusia pasti memiliki god spot tanpa kecuali, apakah laki-laki, perempuan, umat Muslim, Nasrani, Hindu, suku Sunda, suku Minang, suku Jawa, bahkan seorang yang mengaku atheis sekalipun.

Berita terkini, lebih dari dua bulan lalu tersiar telah terjadi aksi kekerasan oleh pemerintah Myanmar terhadap suku bangsanya sendiri, suku minoritas di negara tersebut, Rohingya. Aksi kekerasan dengan disertai pembantaian menggunakan senjata api tersebut menuai protes dan kritikan dunia internasional. Bahkan perwakilan PBB membentuk tim independen untuk mencari fakta di lapangan. Hebatnya tim pencari fakta ini dikepalai oleh salah satu orang terbaik bangsa ini, Marzuki Darusman.

SMA Negeri 1 Cikande sebagai bagian kecil dari bangsa Indonesia ikut merasakan penderitaan dan kezaliman tersebut. Sekolah ini, atas inisitaif Resos (Relawan Sosial) SMAN 1 Cikande, melakukan aksi peduli Rohingya, serta mengadakan penggalang dana untuk suku tersebut di pengungsian. Penggalangan dana melibatkan perwakilan seluruh kelas, tanpa dikomando, tanpa ada arahan dari dewan guru, mereka bergerak mandiri dan mengelola kegiatan tersebut dengan baik. Hanya dalam waktu sepekan, Resos SMAN 1 Cikande berhasil mengumpulkan dana sekitar dua belas juta rupiah. Sebuah pencapaian luar biasa bagi sekolah ini yang berada di sebuah kecamatan jauh dari perkotaan.

Kepala SMAN 1 Cikande, Mulyadi, S.Pd.I. melepas perwakilan relawan

Bekerja sama dengan Yayasan "Dompet Dhuafa", sekolah ini memberangkatkan Pembina Rohis dan satu orang siswa sebagai perwakilan sekolah ke kota Medan, tempat pengungsi Rohingya tinggal selama ini. Pada hari Selasa (10/10) Bapak Mulyadi, S.Pd. sebagai Kepala SMAN 1 Cikande melepas keberangkatan Pembina Rohis, Aceng Komarudin, S.Pd.I dan koordinator Resos, Muhammad Ikhlasul Farhan di depan koridor SMAN 1 Cikande. Beliau berpesan bahwa apa yang dilakukan Resos merupakan kegiatan positif dan harus didukung semua pihak. "Masyarakat dewasa ini mulai terkikis rasa kepedulian sosialnya, dengan adanya gerakan yang dilakukan Resos semoga memicu kembali rasa kepedulian masyarakat, khususnya daerah Cikande." Lanjutnya sambil menjabat Pembina Rohis.

Jika dilihat lebih dalam lagi, ucapan salut pantas ditujukan kepada masyarakat di Kecamatan Cikande. Topografi daerah ini adalah sebagian besar berupa perkampungan, daerah industri ditambah dengan dua perumahan besar. Sebagian besar keluarga di sini merupakan pekerja/pabrik pabrik dengan tingkat pendidikan sampai sekolah menengah atas. Bisa dilihat secara kasar, pola pikir masyarakat daerah ini masih tertuju pada kerja di pabrik, bahkan mengesampingkan pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas nomor satu. Tapi dalam hal kepedulian sosial mereka tidak bisa dikatakan kurang. Bahkan sebaliknya, tingkat kepeduliannya begitu luar biasa. Terbukti hanya dalam waktu yang singkat, Resos SMAN 1 Cikande, berhasil menggalang dana dengan nominal yang cukup besar.

Bukan kali ini saja sekolah SMAN 1 Cikande, mengadakan aksi sosial. Bisa dilihat catatannya ketika ada bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Pengurus OSIS ikut berperan aktif dalam menanggulangi bencana tersebut. Longsor di Kabupaten Pandeglang pun ikut terjun langsung ke lapangan. Belum lagi jika ada salah seorang dari keluarga besar SMAN 1 Cikande yang tertimpa kesusahan atau tertimpa musibah, mereka segera berempati dan mencari solusi untuk menyelesaikan kendala yang dialami.

Semoga aksi peduli Rohingya ini memberikan manfaat yang nyata bagi para pengungsi, setidaknya bisa mengurangi beban yang mereka alami. Lebih jauh, semoga kekerasan yang terjadi di sana segera berakhir, dan bangsa ini selalu terlibat aktif dalam mewujudkan dunia yang aman damai sentosa.


#OneDayOnePost
#Batch4

2 comments:

  1. Semoga semua aksi kita utk Rohingnya bermanfaat, semoga Rohingnya lekas mendapat kedamaian...

    ReplyDelete