:::: MENU ::::


Masih ingat cerita tentang Qarun? Seorang yang saleh, taat beribadah yang akhirnya ditelan bumi, menerima azab dari Tuhannya karena harta kekayaan yang ia miliki telah membuatnya lalai. Kini, orang-orang menyebutnya "harta karun" dan sebagian orang ada yang mempunyai kegemaran berburu harta karun. Setiap benda berharga, perhiasan, emas, kendi atau apa pun itu benda berharga yang tertanam dalam perut bumi akan dinamakan harta karun.

Tulisan berikut merupakan penjelasan bagaimana menerapkan metode "berburu harta karun" dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Metode pembelajaran sendiri digunakan beragam agar peserta didik tidak menemukan kejenuhan dalam kegiatan belajarnya.

***

Terinspirasi dari cerita berburu harta karun, muncul ide untuk membuat suatu model pembelajaran "berburu harta karun" (treasure hunting). Metode ini ditujukan agar minat peserta didik untuk mengerjakan latihan soal (khususnya ilmu alam) lebih tinggi, karena diharapkan mereka merasa sedang berkompeteisi dan tidak merasa sedang mengerjakan latihan soal melainkan sedang melakukan permainan mencari benda berharga (dalam kegiatan ini adalah latihan soal) yang tersembunyi.

Ada pun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Bentuk kelompok

Metode "berburu harta karun" ini dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok maksimal empat orang. Ketika menemukan kendala dalam berburu atau menyelesaikan persoalan mereka dapat saling berinteraksi sosial atau berdiskusi.

2. Menyembunyikan Harta Karun

Harta karun atau benda berharga dalam kegiatan ini harus tersembunyi. Seperti penjelasan di atas benda berharga berupa latihan soal yang ditulis/diketik di atas selembar kertas. Bisa dilipat menjadi lebih kecil agar tidak terlalu mencolok dan disembunyikan di sembarang tempat. Tempat untuk menyembunyikan harta karun bisa dimana saja, seperti: taman sekolah, perpustakaan, lapangan upacara, ruang tata usaha. Tempat harta karun berada harus berada di area sekolah dan diusahakan antar harta karun memiliki jarak yang cukup jauh agar tiap kelompok tidak saling kerjasama.

3. Membuat Petunjuk Harta Karun

Pengajar atau tutor harus membuat clue atau petunjuk yang mengarahkan peserta didik menemukan benda berharga. Misalnya jika harta karunnya disembunyikan di lapangan voli, maka cluenya adalah: "Temukan harta karun yang tersembunyi di sebuah tempat anak-anak berkeringat, menggunakan jaring net, bola besar dan keenam pemainnya harus loncat-loncat."

Contoh clue lainnya untuk harta karun yang berada di perpustakaan: "harta karun ini tersimpan di sebuah hutan, bukan berisi pohon, tetapi berisi jutaan huruf, buku, dan ilmu."

4. Menentukan Waktu Permainan

Jika peserta didik diajak bermain game mereka bisa lupa waktu karena begitu asyik. Metode ini harus diberi batas waktu, agar peserta didik bisa mengatur ritme seberapa cepat untuk menyelesaikan seluruh latihan soal. Sebelum berangkat berburu harta karun, maka disepakati waktu yang dibutuhkan berapa menit. Misalnya waktu yang kalian miliki 90 menit, maka pada pukul 12.30 kalian harus sudah ada di "markas besar" (maksudnya kelas masing-masing). Jika melampaui waktu selama lima menit dari waktu yang sudah disepakati, kelompok kalian didiskualifikasi.

5. Pemenang

Pemenang dari metode "berburu harta karun" ini adalah yang paling cepat menemukan harta karun dan pertama kali menyelesaikan seluruh latihan soal, kembali ke markas besar. Pemenang bisa kita beri hadiah kecil, seperti makanan ringan, minuman, atau satu pak permen. Penghargaan biasanya tidak seberapa jika dilihat dari nominalnya, tetapi jika diberikan di depan teman-teman sekelasnya akan memberikan rasa bangga dan menjadi motivasi bagi mereka.

Selamat mencoba.


#OneDayOnePost

#Batch4

1 comment: