:::: MENU ::::

: sebuah puisi malu

meja bundar penuh debu
berwarna coklat kayu
di ruangan tempat mengadu
semua perasaan pilu dan sendu

kuteringat gadis ayu
yang selalu senyum tersipu
bila bertemu dirimu
menjadikan lidahku kelu
tak terucap sepatah sesuatu
seperti orang bisu

aku memang seorang penjemu
hidup dalam sepi tanpa lagu
bagai musafir di gunung merbabu
aku memang seorang penjemu
bukan seorang perayu
penjemu yang sering mengharu biru
melukai hatimu

maafkan ... karena aku hanya penjemu
air mata yang berderai dari pipi ke dagu
mengalir ... tak membuat hatiku termangu
menyadarkan kegelisahan yang sedu


ah, apa sajalah kau anggap aku
kali ini minta maaf dariku
maaf dari kalbu
tidak dari nafsu
jauh di dalam relung hatiku
kuselalu rindu
melihat wajah nan ayu
wajah gadis jeruk yang bermanjamanja
bermadumadu
jauh di relung hati, kuselalu berkata
aku sayang kamu


0 komentar:

Post a Comment