:::: MENU ::::

"Mau jadi dokter ada sekolahnya, jadi pilot juga ada sekolahnya. Kita adalah orangtua yang tidak pernah 'Sekolah Orangtua', jadi lebih baik segera belajar jadi orangtua yang baik ketimbang hanya bisa memarahi dan menghukum anak setiap hari."

Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh seorang yang paling bahagia dan bangga dipanggil dengan sebutan "ayah". Saya mengenal sosok beliau yang murah senyum, akrab, dan ngemong melalui berbagai tulisan, baik itu dari buku-buku, blog pribadi, audio book, media sosialnya, maupun dari surat kabar.


Masa kecil yang tidak pernah dilupakannya adalah ketika gurunya menyuruh menghafal dua puluh nama-nama presiden Amerika Serikat. Semalaman dia habiskan hanya untuk menghafal nama presiden tersebut. Setelah berhasil menyebutkan nama-nama presiden dengan benar, dia diberi label "anak pintar". Pengalaman bahwa dia "anak pintar" itulah, membuat hatinya tergerak untuk mengubah sistem pendidikan yang ada di negeri ini. 




Dialah Ayah Edy, seorang praktisi pendidikan dan penulis belasan buku best seller . Beliau merupakan pelopor gerakan Indonesia Strong from Home, sebuah gerakan sederhana yang ingin merubah pola pikir orangtua dengan mengawalinya dari diri sendiri dan keluarga. Gerakan ini mengajak orangtua dalam mendidik anak bukan hanya mengejar angka-angka raport semata, melainkan lebih menitikberatkan pada karakter dan akhlak yang baik.

Ayah Edy begitu concern terhadap home schooling, karena menurutnya setiap anak memiliki kecerdasan tertentu dan tidak sepatutunya menerima semua pelajaran seperti yang terjadi di sekolah konvensional di negeri ini. Ada banyak jenis kecerdasan dan setiap anak pasti memiliki satu atau dua diantaranya. Jika di sekolah ada anak menerima hasil nol pada mata pelajaran matematika, bukan berarti anak tersebut bodoh. Bisa jadi dia memiliki kecerdasan lain. Akibatnya seorang anak yang bersekolah di sekolah konvensional hanya diukur dari angka-angka yang tertera pada buku raport. Anak yang pintar adalah anak yang mendapatkan angka tinggi di semua mata pelajarannya.




Ayah Edy pernah menerima kasus dimana seorang anak SD menjawab soal dengan sebuah gambar. Soal "katak bergerak dengan cara?" oleh anak tersebut dijawab dengan sebuah gambar katak yang sedang melompat. Akhirnya anak tersebut diberi nilai nol pada lembar jawabannya, dan diberi tambahan tulisan "kebanyakan ngayal (mengkhayal) kamu!" Kejadian tersebut memancing tanggapan dari Ayah Edy. 

Seperti yang dimuat dalam harian Tribun Manado (14/7/2015) Ayah Edy mengatakan bahwa banyak anak yang berpikir dengan otak kanan bersekolah di sekolah yang menilai dengan otak kiri. "Itulah mengapa anak-anak otak kanan yang kreatif, berjiwa seni dan penuh dengan imajinasi tinggi sering tampak sebagai anak paling bodoh di sekolahnya." Tambah beliau.




Ayah Edy sering berpesan kepada setiap orangtua (termasuk saya) dalam mendidik anak-anaknya, "Minat dan bakat yang dimiliki setiap anak adalah 'Persembahan Tuhan' bagi kita. Bagaimana setiap orangtua mampu dan berani mewujudkan minat dan bakat anaknya adalah 'Persembahan Kita kepada Tuhan.'" Beliau juga selalu menekankan akan suri tauladan yang harus diberikan kepada setiap pendidik. Perkataannya bahwa tak ada perilaku buruk anak yang tidak bisa kita ubah, asalkan kita sebagai orangtua juga mau mengubah perilaku dan cara mendidik kita yang buruk, menjadi cambuk bagi semua pendidik agar generasi muda negeri ini menjadi generasi lebih baik di masa depan.


(Tulisan ini dipersembahkan kepada Yandri Nurhayati, seorang kawan yang telah memperkenalkan saya kepada sosok Ayah Edy yang sangat inspiratif dan kepada Komunitas One Day One Posti)

14 comments:

  1. Subhanallah. Saya malah baru ngeh, padahal sering lihat (sampul) buku2 beliau, meski belum satu pun saya pernah membacanya. Mungkin saya akan tergerak untuk mengenal karya2 beliau. Makasih Mas Dwi atas featurnya yang mantap abis...! Ini sarapan yang lezat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, sama-sama.. ditunggu alakatak nya, hehehe

      Delete
  2. Aku juga ikut sarapan ah ...
    Featurenya keren. Sosok Ayah Edy memang layak jadi rujukan untuk tema parenting ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. inspire bgt buat sy, krn pendidikan di negeri ini msh dominan otak kiri

      Delete
  3. Keren ini, enak dibaca, informatif, dan menggugah:)

    ReplyDelete
  4. iya, sama-sama..
    tiada ada hari tanpa sarapan bergizi, hehehe

    ReplyDelete
  5. Ayah edi sosok orangtua yang inspiratis dan menjadi tauladan bagi orangtua dunia. Terima kasih "sarapan" paginya mas Dwi.

    ReplyDelete
  6. Aku suka buku bukunya, ditulis dengan ringan, mudah dipahami, tapi sangat bagus isinya..

    Mottonya yang saya ingat adalah "Indonesia strong from home"

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah ini nih ayahnya Indonesia

    ReplyDelete
  8. Ayah Edi penulis buku parenting yang aku sukai

    ReplyDelete
  9. Ayah Edi penulis buku parenting yang aku sukai

    ReplyDelete