:::: MENU ::::

Kembali bertemu dengan hari Minggu. Kali ini tidak ada ide untuk mulai menulis. Angin semakin kencang berhembus di luar sana. Aku memutuskan untuk tidak pergi ke pasar, seperti yang biasa aku lakukan, membeli berbagai macam makhluk laut. Tidak untuk kali ini. Dalam tulisan sebelumnya, aku telah berjanji untuk menulis tentang besi. Kalian tahu besi kan? Tentu saja. Pertanyaan konyol yang tidak usah dijawab, semua orang tahu. Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa besi itu diturunkan, bukankah besi diciptakan?

***

".... Dan Kami turunkan (logam) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia." _ Alquran, 57 : 25

Kita semua mengenalnya, pernah melihat, meraba, mungkin pernah juga menerawang (seperti iklan layanan masyarakat, eh...) Banyak orang menjualnya, di toko bangunan. Barang-barang bekasnya masih laku dijual, bahkan ada orang yang bersedia untuk menerima barang rongsok yang sudah tidak layak beroperasi. Penadah barang rongsok itu justru menjadi kaya raya hanya karena menampung barang rongsok tadi.

Wujudnya padat, keras, berwarna abu-abu kehitaman, sebagian ada yang berwarna perak, jika dipoles akan mengkilap, memantulkan cahaya yang menerpanya. Termasuk ke dalam jenis logam. Diantara semua jenis, logam inilah yang memiliki tampilan paling tidak menarik. Kita biasa mengenalnya dengan nama: besi. Para ilmuwan menamakannya dalam bahasa Latin sebagai Ferrum, dan orang barat sana menyebutnya dengan iron.

Beberapa hal menarik dan unik terdapat pada besi, salah satu unsur yang terdapat pada sistem periodik. Unsur sendiri merupakan zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil dan memiliki satu jenis atom saja. Selain wujudnya tidak menarik, seperti yang dituliskan di paragraf sebelumnya, besi adalah salah satu unsur melimpah di alam. Bayangkan saja, jumlah besi merupakan jumlah terbesar ke-4 yang terdapat pada kerak bumi. Padahal jika dilihat dari jumlah besi secara keseluruhan, besi pada kerak bumi hanya 5% saja. Sebagian besar lainnya disimpan di dalam inti bumi.

Jika dihubungkan dengan salah satu ayat dalam kitab suci Alquran, maka terdapat surat yang diberi nama dengan besi. Surat itu adalah Al Hadiid. Sudah barang tentu keistimewaan besi semakin menonjol dibanding unsur logam lainnya. Lebih menarik lagi terdapat surat yang menjelaskan tentang besi tersebut, seperti yang tertulis pada awal tulisan di atas. Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa besi memiliki kekuatan yang sangat besar. Sifat yang keras, lebih keras dibanding perunggu atau perak atau logam lain, mudah ditempa menjadi berbagai bentuk, juga mempunyai banyak manfaat. Masih dalam surat yang sama ayat 25, Allah Ta'ala berfirman bahwa Allah menurunkan besi dengan kelebihan yang menyertainya.

Pertanyaan awalnya, kenapa besi diturunkan, bukankah diciptakan? Kalau diturunkan, lalu darimana diturunkannya? Apakah seperti air hujan diturunkan dari langit, dari awan-awan, atau dari beberapa jenis hewan yang bisa terbang lalu menurunkannya ke bumi?

Para ilmuwan telah meneliti bagaimana besi yang terdapat di bumi ini muncul. Dengan kondisi yang ada bumi kita tidak akan mampu "menciptakan" atau membentuk besi tersebut. Lalu, darimana asal muasalnya? Dulu kala ketika benda-benda angkasa masih bersatu padu, terjadi sebuah ledakan bintang. Bintang sendiri merupakan benda angkasa dengan berbagai reaksi kimia terjadi di dalamnya dan menghasilkan energi sangat besar. Matahari adalah salah satunya. Kumpulan bintang-bintang di angkasa raya membentuk galaksi, nebula, atau supernova. Ketika kumpulan bintang tersebut meledak maka pencaran energinya tersebar, termasuk materi yang terkandung di dalamnya. Sebagian ledakan membentuk meteor dimana meteor tersebut memiliki kandungan besi cukup besar. Meteor-meteor inilah sebagai "pembawa" besi dan pada masanya menabrak planet bumi. Meteor yang menabrak bumi dinamakan meteorit. Tabrakan meteorit dengan planet bumi sangat masif, sehingga bongkahan-bongkahan meteorit tersebar merata di permukaan/kerak bumi.

Di alam bebas, besi memiliki beberapa isotop. Isotop sendiri merupakan berbagai bentuk unsur dimana atomnya memiliki jumlah elektron sama, tetapi memiliki jumlah proton yang berbeda. Jika belajar ilmu kimia, maka akan kita kenal berbagai isotop besi, dengan komposisi 6% isotop Fe-54, 91% isotop Fe-56, 2% isotop Fe-57, dan 0,3% isotop Fe-58. Dari keempat isotop besi tersebut hanya Fe-57 yang memiliki spin -1/2. Jika dilihat dari Alquran, surat besi (Al Hadiid) memiliki nomor surat 57, sama persis dengan isotop besi dengan spin yang tidak dimiliki isotop besi lain.

Bukan sebuah kebetulan bahwa di dalam Alquran, Allah Ta'ala menyatakan bahwa besi diturunkan, bukan diciptakan. Juga bukan sebuah kebetulan jika nomor surat Al Hadiid adalah 57, sesuai dengan isotop Fe-57 yang memiliki spin unik. Keduanya adalah kebenaran mutlak dari Sang Pencipta, Yang Maha Mengatur, agar kita selalu bertafakkur, berpikir tentang alam semesta ini. Melalui ayat-ayatnya Allah Ta'ala mengajak manusia untuk terus membaca tanda-tanda kebesaran-Nya, agar ketika mengucap takbir, "Allahu Akbar" kita benar-benar merasa sangat sangat kecil, dan hanya Allah dengan segala kebesarannya yang layak menyandang Maha Besar.

Allahu a'lam.


#OneDayOnePost
#Batch4

0 komentar:

Post a Comment