:::: MENU ::::

"Whuuusss ...!" Dalam sekejap mata Anna sudah melesat terbang jauh di atas permukaan bumi. Awalnya Anna merasa tidak nyaman dengan perjalanan bersama Nenunu. Baginya Nenunu bergerak dengan terlalu cepat. Perasaannya selalu mendesir jika bergerak sangat cepat. Apalagi di sekelilingnya banyak benda bulat lainnya bergerak begitu cepat. Saling melewati, saling mengejar, sebagian berlawanan arah, sebagian lainnya bergerak saling menyilang.

Perasaan aneh terus menjalari pikirannya. Ia tak mendengar sedikit pun suara dari benda-benda yang terus bergerak itu. Bahkan Nenunu pun tidak mengeluarkan suara sama sekali. Badannya terlonjak, entah karena kaget atau karena begitu kagum pada apa yang terdjadi di depan matanya.

"Apa itu?!" setengah berteriak Anna bertanya.

"Yang mana?" jawab Nenunu.

"Tadi yang ada di depan kita, dua benda bulat itu bertabrakan!"

"Oh, tadi itu masih kerabat saya, dari kaum Atumu. Itu bukan kejadian yang aneh. Di sini hal itu sering terjadi."

"Sering terjadi?" Anna mengerenyitkan dahinya.

"Ya, bahkan sangat sering terjadi." balas Nenunu tenang.

"Dua atumu saling beradu, saling menabrakan diri... tapi, tapi mereka tidak ada satu pun yang terluka."

"Jika dua atumu yang berwarna sama beradu, mereka akan saling terlontar, terpelanting dengan kecepatan yang sama ketika mereka bergerak sebelum beradu."

"Kenapa?" tanya Anna penuh keingintahuan.

"Karena mereka tidak memiliki energi untuk saling menarik, mereka hanya bisa bergerak sesuai dengan energi yang dimilikinya." jelas Nenunu

Seiring waktu Anna mulai melihat sebuah pemandangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Perasaannya begitu takjub. Atumu-atumu bergerak dengan kecepatan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Atumu berwarna merah terang yang selalu bergandengan tangan, berpasangan, berdua-duaan bergerak ke sana kemari. Keberadaannya tidak pernah jauh dari permukaan tanah. Gerakannya hanya berada di bawah, tak pernah beranjak jauh ke atas, seperti ada sesuatu yang menahannya sehingga hanya berada di bawah.

Gerombolan atumu lain tampak seperti keluarga. Anna melihatnya sedang berkumpul rapat. Mereka tetap bergerak, tapi gerakannya begitu kaku, lebih seperti sekelompok atumu yang bingung. Gerakannya hanya terpaku pada satu titik, bolak-balik dalam area yang sempit. Tiap-tiap kelompok atumu terdiri dari tiga atumu. Satu atumu berwana merah terang menggandeng dua atumu berwarna putih menyilaukan dengan ukuran yang jauh lebih kecil. 

Tiba-tiba api menyala dari tempat gerombolan keluarga atumu itu bergerak. Tak lama setelah itu, kelompok dengan tiga atumu itu berarak, bergerak liar dari permukaan tanah terus menuju ke atas. Gerakannya sangat acak bergerak menjauhi permukaan tanah. Semakin ke atas, terus ke atas sampai tak terlihat lagi.

(bersambung)


#OneDayOnePost
#Batch4

Cerita sebelumnya (klik di sini)

0 komentar:

Post a Comment