:::: MENU ::::

Kimia. Inilah ilmu dimana sebagian besar waktuku diberikan untuk salah satu bagian dari ilmu alam ini. Bukan sebagai peneliti, atau sebagai laboran, bukan juga sebagai analis kimia. Aku hanya sekadar pengajar ilmu kimia di sebuah sekolah menengah atas negeri.

Padahal semenjak sekolah menengah pertama, aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca astronomi dan mempelajarinya. Hampir setiap malam aku akan melihat ke atas, sebuah ruang gelap sangat luas, dengan hiasan taburan kerlap-kerlip berlian, berwarna-warni. Lalu menyembul bulan dengan cahaya putih lembutnyam, dari malam ke malam selalu berubah bentuk. Masa-masa itulah yang membuatku sangat tertarik mempelajari astornomi.

Banyak hal yang bergelayut di dalam pikiranku. Seberapa besar ukuran bintang, jika matahari saja digolongkan ke dalam bintang dengan ukuran dan panas sedang. Bisa dilihat dari warnanya yang kuning kemerahan. Lebih dari satu juta, bahkan milyaran bintang lainnya di ruang angkasa sana, dengan ukuran sangat besar dan panas yang jauh lebih tinggi dibanding matahari. Semakin warnanya mendekati biru-ungu, bintang itu akan memiliki suhu yang sangat panas. Fenomena ajaib dari angkasa raya akan kutulis dalam judul yang berbeda.

Baru ketika menginjak tahun terakhir bangku sekolah menengah atas, aku bertemu dengan seorang pengajar yang sangat eksentrik dan menarik jika sudah berada di depan kelas. Gara-gara bertemu sosok pengajar itulah, aku mulai tertarik dengan ilmu kimia: ajaib! 

Bayangkan saja larutan bening dicampur dengan larutan bening lainnya, berubah warna menjadi biru. Cantik. Lalu ada benda bulat sebesar pelor --bulatan kecil besi buat as roda-- lunak dan berwarna putih. Begitu dimasukkan ke dalam air, benda itu langsung meledak, mengeluarkan asap putih, panas, dan bunyi letupan. Keren. Banyak fenomena dalam ilmu kimia yang melibatkan perubahan warna, perubahan panas, endapan, termasuk reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik. Asyik banget, kan ....



Ketertarikanku pada ilmu kimia tidak lepas dari sistem periodik unsur (sebuah sistem susunan unsur-unsur yang ada di alam, berupa kotak-kotak seperti tabel dengan keteraturan menakjubkan), dipakai sebagai "primbon" buat kimiawan atau siapa pun yang mempelajari ilmu kimia. Hasilnya, tulisanku sebelumnya menceritakan tentang quotes yang lahir dari perenungan mendalam, biar seperti filsuf, dari ilmu kimia. (Baca: 7 Quotes Keren dari Dunia Kimia). Tulisan pertama tentang ilmu kimia justru berupa puisi pendek, dengan judul "Alam di Jagad Raya" dan yang terakhir "Bercumbu dengan Elektron". Tulisanku yang lain, yaitu sebuah cerita pendek "Mantra Ajaib Dunia Mumlukulair". Sebuah cerpen yang bercerita tentang seseorang berkelana di dunia atom, dunia molekuler, dan sampai saat ini cerpen tersebut belum selesai.

Jika dua orang saling berkenalan, lalu mereka menjadi akrab dan berkawan baik, orang-orang akan selalu mengatakan "Oh, chemistry kedua kawan itu sudah kuat." Dan jika ada dua orang yang harus berduet untuk memenangkan kompetisi, namun tidak juga mereka kompak dalam pertandingannya, maka pelatih akan berteriak, "Loyo amat kalian, mana chemistry-nya? Ayo keluarkan chemistry kalian!"

Itulah sepintas ilmu kimia, sebuah ilmu paling menarik diantara ilmu alam lainnya. Tulisan berikutnya mungkin akan aku ceritakan dengan gamblang tentang besi, dengan pertanyaan sederhana: kenapa besi diturunkan?


#OneDayOnePost
#ODOP

Sumber gambar:
1. taylorsville-paxton.wikispaces.com

2. stevejobsecretsoflife.org

2 comments:

  1. Bisa ya mas... Kalu aku dulu paling nggak mudeng pelajaran Kimia... Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau cuman teori memang ga asyik, tapi kalau sambil praktikum pasti menyenangkan =D

      Delete