:::: MENU ::::

Kalau ada yang bilang menjadi penulis itu enak, bisa terkenal, lalu mendapatkan uang banyak dari penjualan buku dan jumpa pers yang diadakan penerbit, itu pendapat yang salah. Kalau ada yang bilang menulis itu gampang, tinggal ambil kertas dan ballpen lalu menulis. Atau tinggal ambil laptop, tablet, smartphone, mulai menulis, selesai, lalu unggah di blog, kirim ke penerbit, tinggal tunggu transferan. Itu pun pendapat yang keliru.

Kata siapa menjadi penulis itu enak dan gampang? Bayangkan saja, seorang penulis butuh anggaran ekstra ketika sedang menulis. Ada biaya buat beli kopi dan cemilan. Belum lagi kalau begadang sampai malam, perut keroncongan, butuh makan donk. Pengeluaran bertambah lagi tuh. Ada lagi biaya buat buku, pensil atau ballpen, kalau tidak menulis di buku berarti butuh biaya beli laptop, minimal tablet. Yang terakhir bisa sampai jutaan rupiah! Tidak punya laptop atau tablet tapi malas menulis pake ballpen, sedangkan orangnya selalu mobile, jarang diam di suatu tempat karena sering bepergian. Berarti perlu smartphone plus power bank-nya. Eh, jangan sampai lupa kalau menulis di laptop atau smartphone, ada biaya tak terduga kalau tiba-tiba alat tersebut rusak, nge-hang. Hmmpph, siap-siap keluar uang lagi tuh.

Kalian tahu gak, jari-jari yang digunakan penulis buat ngetik di laptop bisa kapalan lho, kulitnya jadi lebih keras gitu. Tuh, harus dirawat kan? Setidaknya ada manicure dan padicure. Belum lagi mata lelah, harus dipijat refleksi. Asupan vitamin A, minimal jus apel harus rutin diminum tiap minggunya. Penulis yang mengetik di laptop juga dirasa kurang efektif. Bayangkan mau menulis novel yang tebalnya ratusan halaman, harus satu huruf satu huruf. Tik, tok, tik, tok, huruf per huruf. Kan sangat melelahkan dan membosankan. Tidak bisa sekaligus satu kalimat gitu, biar lebih cepat. Atau sekali tekan papan keyboard langsung satu paragraf!

Pokoknya menulis itu mahal dan susah! Gara-gara menulis juga sampai saat ini Pramoedya Ananta Toer masih dikenang sebagai penulis kaliber dunia. Bayangkan saja, walaupun sudah meninggal, Bung Pram (sapaan akrab Pramoedya) masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan sastrawan. Buku-buku karyanya menjadi perbincangan dunia. Gara-gara buku "Bumi Manusia", "Anak Semua Bangsa", "Jejak Langkah", dan "Rumah Kaca" Bung Pram sempat menjadi nominator peraih Nobel Sastra tahun 80'-an.

Ada lagi korban menulis, yaitu J.K. Rowling. Dia harus rela menulis di dalam kereta, setiap hari. Setelah memakan waktu yang lama, tulisannya dikirim untuk diterbitkan. Namun usahanya mendapat berbagai penolakan dari penerbit. Sampai bertahun lamanya, akhirnya buku pertama J.K. Rowling terbit dengan judul "Harry Potter dan Batu Bertuah". Setelah itu menyusul "Harry Potter dan Kamar Rahasia", "Harry Potter dan Tawanan Azkaban"Harry Potter dan Piala Api", dan "Harry Potter dan Orde Phoenix" dengan sambutan yang luar biasa dari penggemarnya. Sampai saat ini J.K. Rowling masih tercatat sebagai salah seorang terkaya di dunia.

Terakhir, dari sekian juta orang terkena efek samping menulis adalah Buya Hamka. Nama asli beliau adalah Abdul Malik Karim Amrullah. Terlahir dari keluarga saleh, ayahnya bernama Abdul Karim Amrullah, seorang ulama terpandang dari tanah Minangkabau. Kecintaan dan kegemarannya dalam dunia tulis menulis, beliau telah "melahirkan" puluhan judul buku yang sangat bagus, diantaranya "Khatibul Ummah" ditulis dalam huruf Arab, "Adat Minangkabau dan agama Islam", "Laila Majnun", "Di Bawah Lindungan Ka'bah", "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck", "Islam dan Demokrasi", dan paling fenomenal adalah "Tafsir Al-Azhar" yaitu tafsir Alquran sebanyak 30 juz. Karya yang dituliskan terakhir ditulis pada masa beliau dipenjara. Maka, jika seluruh karyanya yang luar biasa itu dibaca, didiskusikan, dan diamalkan oleh orang-orang pada masa kini, terbayang seberapa besar amal ibadahnya. Dan amal ibadah tersebut merupakan amal jariyah yang tidak akan terputus sampai hari akhir.

So, masih berpikiran menulis itu mudah? Keliru besar. Tapi, lihat pengaruhnya. Dengan menulis maka kalian akan mendapatkan ganjaran yang tak terhitung besarnya, tak terbilang catatan amal ibadahnya sampai kapanpun, tak terungkap dengan lisan kebahagiaan yang didapat.

Selamat Hari Blogger, tetap menulis dan sebarkan kebaikan dengan tulisan ^_^



#OneDayOnePost #Batch4

5 comments:

  1. Replies
    1. hehehe... td lg ngisi Bulan Bahasa, sekalian aja ditulis dsini jg

      Delete
  2. Alhamdulillah ... Satu lagi yang beranggapan bahwa menulis itu susah dan mahal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. anehnya msh ada aja yg mau menulis, tiap hari satu posting, hahaha..

      Delete
  3. Iya yah.. tulisannya berisi banget mas. Happy Blogger Day

    ReplyDelete