:::: MENU ::::
Dalam suatu grup besar, terkadang kita membutuhkan beberapa game untuk menghilangkan kepenatan atau agar lebih mengakrabkan antar anggota grup. Sama halnya jika kita berada di dalam kelas sedang proses belajar mengajar, ingin membentuk kelompok kecil, misalnya untuk membahas materi secara diskusi kelompok, atau mengerjakan proyek bulanan secara kelompok, dan sebagainya. 

Membentuk kelompok sebenarnya tidak bisa asal tunjuk, si A kelompok 1, si B kelompok 2, dan seterusnya. Apalagi dalam membentuk kelompok kita serahkan kepada anggota grup, silakan memilih anggota grupnya sekehendak hati. Hasilnya tentu tidak akan sesuai dengan yang kita harapkan, karena akhirnya tiap anggota grup hanya mementingkan kelompoknya. Kejadian seperti ini seharusnya kita hindari. Dalam situasi apa pun pembentukan grup itu justru untuk membentuk suatu ikatan yang kuat, bukan malah tersekat menjadi kelompok-kelompok kecil yang mementingkan kelompoknya sendiri.

Saya mempunyai sedikit pengalaman tentang bagaimana membentuk kelompok dl dalam suatu grup, atau dalam suatu pembelajaran di dalam kelas. Caranya sangat sederhana, tetapi kita buat semenarik mungkin.

1. Menuliskan Istilah dalam Secarik Kertas

Sesuaikan dengan situasi yang ada saat itu. Misalnya ketika pembelajaran kimia, maka nama-nama istilah merupakan materi kimia, seperi "atom", "molekul", "reaksi", "suhu", dan sebagainya. Atau ketika sedang berada dalam acara outbound, istilahnya bisa diganti dengan "hutan", "pinus", "utara", "selatan", dan sebagainya.

Nama-nama istilah tersebut harus mempunyai tema dan berjumlah sesuai anggota kelompok yang kita inginkan. Jika tiap kelompok berjumlah empat, maka tiap tema terdiri dari empat nama istilah. Berarti untuk istilah "Sistem Periodik Unsur", nama-nama istilahnya adalah "golongan", "periode", "elektron valensi", dan "kulit atom". (bisa disesuaikan dengan kebutuhan jumlah anggota dan tema sesuai dengan kondisi)

2. Memilih Ketua Kelompok

Ketua kelompok merupakan faktor penting agar diskusi atau permainan berjalan menyenangkan dan kondusif. Untuk anggota grup yang sudah kita kenal baik, kita bisa langsung tunjuk ketua kelompoknya bedasarkan keaktifan dan kemampuan dalam memimpin. Tapi, untuk anggota grup yang baru kita kenal, kita bisa menyeleksi siapa saja anggota kelompok yang pertama berani menerima tantangan. Beri saja sebuah tantangan melewati rintangan atau apa pun. Umumnya seorang yang berani tanpa berpikir dua kali menerima tantangan tersbut, dialah yang memiliki kemampuan memimpin.

3. Tiap Anggota Kelompok Mengambil Potongan Kertas

Setelah semua nama-nama istilah kita susun, ditulis pada secarik kertas, lalu kertas tersebut digulung atau dilipat kecil, kita persilakan tiap anggota grup mengambil satu potongan kertas tersebut (kecuali ketua kelompok). Tidak boleh ada yang membukanya sebelum kita perintahkan. Pastikan semua telah mendapatkan potongan kertas dan tidak ada yang membuka gulungan/potongan kertas tersebut.

4. Mencari Anggota Kelompok

Setelah semua siap, lalu aba-aba berikutnya adalah kita beri waktu tertentu (misalnya dalam lima menit) untuk mencari anggota kelompoknya. Lalu, kita hitung mundur, dan mulai!

Reaksinya adalah tiap anggota kelompok akan sibuk dan ramai mencari anggota kelompoknya. Situasi inilah yang kita harapkan agar lebih kondusif dan hubungan antar anggota kelompok lebih dekat. Mereka yang mendapatkan "merah", akan mencari tamannya yang memegang "kuning", "biru", dan "hijau". Anggota grup yang mendapatkan "reduksi" akan mencari temannya yang mendapatkan kertas dengan tulisan "oksidasi", "sel volta", dan "elektrolisis", dan seterusnya.

Demikian, semoga bermanfaat.


#OneDayOnePost

#Batch4

0 komentar:

Post a Comment