:::: MENU ::::


"Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu." Al Qur'an surat Al-An'am ayat 57.

Saya lihat kalender di depan mata saya. Sekarang tanggal 30, Hari Sabtu, besok berarti .... Aaahhh, akhirnya datang juga akhir pekan!! Ekspresi wajah dan perasaanku selalu menyenangkan menjelang Hari Minggu. Setelah penat dalam rutinitas selama enam hari penuh, satu hari di Hari Minggu bisa saya gunakan untuk libur, bebas melakukan kegiatan apa pun yang saya inginkan. Berwisata bersama keluarga, makan-makan dengan kawan-kawan, atau hanya menonton tayangan televisi seharian penuh, ditemani semangkuk mie rebus, pisang goreng, kopi panas dan beberapa cemilan lainnya.

Kegiatan paling mengasyikkan yang kulakukan di Hari Minggu tentu saja pergi ke pasar. Pasar tradisional tentu saja. Setelah berolahraga sebentar ketika langit masih gelap, saya bergegas mengeluarkan kendaraan bermotor dan berangkat menuju daerah Banjar, tempat bertemunya penjual dan pembeli. Saya merasa senang saja melihat banyak orang yang selalu sibuk. Orang-orang yang mengangkut barang dagangannya dari mobil truk menuju lapaknya, bahkan jauh sebelum adzan Subuh berkumandang, mereka sudah sibuk luar biasa. Orang yang mengatur tempat parkir agar kendaraannya tertib dan rapi. Teriakan-teriakan pedagang menawarkan daganannya. Beberapa orang lainnya adu mulut saling menawar harga daging hewan ternak yang diperjualbelikan. Rasa senang saya bertambah ketika bertemu dengan pedagang yang saya kenal sudah lama, saling sapa, sekadar menanyakan kabar keluarga atau harga-harga bahan pokok yang selalu menarik menjadi bahan obrolan.

Saya sendiri hanya tertuju pada satu tempat: pelelangan ikan! Bukan tempat pelelangan ikan seperti di pelabuhan besar. Bukan. Di sini tempat itu hanya beberapa lapak saja, dan tawar menawar pun dilakukan hanya antara penjual dan pembeli, tidak ada bandar atau calo lelang. Komoditi wajib yang saya konsumsi setiap harinya. Apalagi di negeri tercinta ini lebih dari 70%-nya merupakan lautan. Berarti sebagian besar adalah perairan (laut) tempat hidup para ikan. Logikanya ikan yang diambil dari perairan akan sangat melimpah, lebih melimpah dibanding hasil perkebunan atau pertanian lainnya. Dan secara logika juga, harga ikan akan jauh lebih murah dibanding lauk pauk yang didapat dari daratan. 

Kenyataannya tidak demikian. Ikan dan sebangsanya seakan-akan merupakan lauk pauk mewah dengan jumlah yang terbatas dan harga yang relatif mahal. Tapi saat ini paradigma tersebut sedikit-sedikit mulai berubah. Dengan dibentuknya kementerian yang mengurusi perairan laut dan perikanan pola pikir masyarakat untuk mengkonsumi daging hewan laut mulai terbentuk. Di bawah komando Menteri Susi Pudjiastuti kementerian ini begitu concern akan kekayaan laut yang dimiliki bangsa Indonesia ini. Mulai dari membuat kebijakan pelarangan penggunaan bahan berbahaya untuk menangkap ikan, membuat fasilitas bagi para nelayan, subsidi khusus bahan bakar untuk nelayan, sampai menenggelamkan kapal-kapal ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia sebagai ketegasan pemerintah melaksanakan undang-undang. Dalam beberapa kesempatan, Susi Pudjiastuti selalu menghimbau masyarakat untuk mulai beralih dalam konsumsi lauk pauk, yang asalnya konsumsi daging hewan darat beralih ke daging ikan dan daging hewan laut lainnya. Bahkan selorohannya yang ramai menjadi bahan perbincangan adalah "Yang tidak makan ikan, saya 'tenggelamkan!"

Mau tahu seberapa hebat komoditi yang diambil dari laut? Beberapa diantaranya saya paparkan di bawah ini:

Cumi-cumi

Tauhid Nur Azhar menuliskan dalam bukunya "Dzikir Kuliner: Menafakuri Keagungan Illahi dalam Kelezatan Makanan", bahwa cumi-cumi merupakan "warga laut" yang memiliki kadar protein sangat tinggi, sekitar 17,9 gram per 100 gram cumi-cumi segar. Selain protein daging cumi juga mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan olah tubuh manusia! Beberapa asam amino yang terkandung dalam daging cumi menyebabkan timbulnya rasa gurih dan sedap. Itulah sebabnya daging cumi memiliki rasa yang khas dibanding daging ikan laut lainnya.

Masih tulisan Tauhid Nur Azhar dalam buku yang sama, cumi-cumi memiliki kandungan mineral yang tinggi, seperti natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, tembaga dan selenium. Mineral terakhir yang disebutkan berperan dalam menjaga sendi-sendi (sambungan antar tulang, kerjanya seperti oli pada mesin) pada tubuh manusia tetap dalam kondisi sehat dan berfungsi dengan baik.

Ikan Sarden

Ikan laut terkenal dengan kandungan lemak omega-3. Satu dari sekian banyak ikan laut yang tinggi kadar omega-3 adalah ikan sarden (sardinella). Ikan ini masih satu keluarga dengan ikan kembung, sehingga kandungan gizinya pun hampir sama.

Ikan sarden memiliki banyak omega-3, kalsium, protein dan vitamin D. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa omega-3 sangat berperan dalam menjaga pembekuan sel darah merah. Sedangkan protein dalam ikan sarden tersimpan sekitar 30 gram per 100 gram dagingnya. Berarti dilihat dari kandungan gizi, ikan sarden dapat menjadi pengganti daging hewan darat. Bahkan jika kita mengkonsumsi 2-3 ekor ikan sarden, tubuh kita sudah cukup menerima asupan kalori yang dibutuhkan.

Selain ikan sarden, beberapa ikan yang memiliki kandungan tinggi omega-3 adalah ikan lele, ikan patin, bandeng, salmon dan ikan tuna atau cakalang.

Kepiting

Salah satu "warga laut" lainnya yang menjadi favorit masakan 'sea food' adalah kepiting. Hewan laut berkaki delapan ini (termasuk dalam keluarga crustacea) banyak dijumpai di perairan payau, muara, dan hutan mangrove. Kandungan gizinya pun oke punya lho! Kepiting memiliki kandungan gizi vitamin B12, selenium dalam dosis tinggi, protein, tembaga, seng, magnesium dan asam lemak omega-3.

Jika kita banyak mengkonsumsi kepiting tubuh kita akan menerima asupan vitamin B12 yang bisa mambantu mencegah anemia (kekurangan sel darah merah). Lalu tubuh kita bisa terhindar dari peradangan sendi dan terhindar dari stres. Mineral tembaganya membantu mencegah osteoporosis, mencegah timbulnya jerawat, mengatur tekanan darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Paparan di atas hanya bagian sangat kecil dari betapa luar biasanya kekayaan laut yang kita miliki. Kenapa kita selalu mengkonsumsi daging hewan darat, seperti daging ayam, kambing, sapi, bebek dan lainnya, jika kekayaan laut, daging hewan laut kita jauh sangat melimpah dengan kandungan gizi tak kalah hebat dibanding daging hewan darat. Kenapa ketika Hari Lebaran kita selalu memasak opor daging ayam atau daging sapi yang mengandung kolesterol tinggi, dibanding memasak opor ikan laut yang justru memiliki asam lemak omega-3 yang sangat menguntungkan tubuh.

Semoga tulisan pendek ini bisa membuka pikiran kita tentang betapa luar biasanya kekayaan laut negeri ini, dan mulailah dari sekarang untuk terus mengkonsumsi ikan, terutama ikan laut.

3 comments:

  1. Tulisannya panjang dan informatif. Terimakasih sharingnya :)

    ReplyDelete
  2. Aku pingin cumii.. kapan ya bisa ke pasar lagi

    ReplyDelete