:::: MENU ::::

Dalam kegiatan belajar mengajar, kita seringkali menghabiskan waktu untuk persiapan dan ketika pembelajaran berlangsung. Padahal sebagai seorang pengajar kita harus mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Banyak cara untuk mengevaluasi pembelajaran, salah satunya dengan tes tulis.

Hasil evaluasi dengan tes tulis (sebenarnya dengan tes apa pun) akan memperoleh skor. Setiap peserta didik mendapatkan skor sesuai dengan kemampuannya mengerjakan tes. Jika ada 35 peserta didik dalam satu kelas, maka akan ada 35 skor juga pada hasil evaluasi yang kita dapatkan. Pertanyaan berikutnya adalah dengan melihat skor tersebut pembelajaran yang kita lakukan sudah tepat atau belum? Jika sudah tepat apa indikatornya? Darimana kita dapat melihat sebuah pembelajaran itu sudah tepat atau blum?

1. Evaluasi

Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan suatu instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolok ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsinya adalah mendeskripsikan suatu keadaan untuk mendapat suatu informasi yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan. 

Sedangkan evaluasi pembelajaran menurut Grondlund dan Linn adalah suatu proses mengumpulkan, mengevaluasi, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematis untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.

2. Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran

a. Evaluasi Diagnostik

Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk melihat kelemahan-kelemahan siswa dan faktor penyebabnya.

b. Evaluasi Selektif

Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang tepat dengan tujuan untuk suatu kegiatan yang akan dilakukan

c. Evaluasi Penempatan

Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu sesuai dengan karakteristik siswa.

d. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif merupakan evaluasi yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

e. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.

2. Standar Deviasi

Dalam statistika, standar deviasi (SD) atau disebut juga simpangan baku adalah ukuran sebaran skor atau nilai. Singkatnya, SD mengukur bagaimana skor anak didik tersebar. Bisa juga diartikan sebagai rata-rata penyimpangan skor anak didik diukur dari nilai rata-rata kelas.

Dari wikipedia.com istilah SD pertama kali diperkenakan oleh Karl Pearson pada tahun 1894, dalam bukunya On the dissection of asymmetrical frequency curves. Dalam ilmu statistik, skor yang berada di antara +/- 1 standar deviasi akan berkisar 68.2%, data skor yang berada di antara +/- 2 standar deviasi berkisar 95.4%, dan data skor yang berada di antara +/- 3 standar deviasi akan berkisar 99.7%. Nilai yang paling baik dari suatu penilaian (evaluasi) memiliki SD +/- 3.

Jika kita menggunakan Microsoft Excel, standar deviasi bisa kita dapatkan dari formula  =stdev(). Seperti pada gambar di bawah ini:


standar devias
Gambar 1: Tampilan Standar Deviasi pada Mcrosoft Excel
Semakin besar nilai standar deviasi, maka semakin beragam skor yang didapat oleh anak didik. Bisa jadi mereka memiliki nilai 95 sampai 35, jadi rentang nilainya pun tinggi. Semakin rendah nilai standar deviasi, maka skor yang dimiliki anak didik lebih homogen.

3. Kurva Normal

Kurva normal diambil dari distribusi normal. Distribusi normal adalah distribusi kebolehjadian yang paling banyak digunakan dalam statistika. Distribusi normal adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata nol dan standar deviasi satu. 

Bentuk kurva normal tampak seperti yang terlihat pada gambar berikut.


Gambar 2: Grafik Kurva Normal
Dari gambar diatas dapat dilihat bagaimana kurva normal, jika data skor anak didik dikatakan normal, maka sebaran skor tinggi akan berada di sekitar mean dan hanya akan ada sedikit sekali anak yang memiliki skor terlalu tinggi dan sangat rendah. Tanpa melihat faktor apa saja yang memengaruhi skor anak tersebut (mungkin mereka sedang sakit, kelasnya terlalu berisik, sedang ada masalah dengan keluarga, dan sebagainya). Semakin jauh skor penyimpangan dari mean, maka semakin sedikit anak didik yang memperoleh skor tinggi tersebut.

Nah, untuk mendapatkan kurva seperti di atas, bisa mendapatkan file kurva normal (format Microsoft Excel) dengan klik di sini.

Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment