:::: MENU ::::

Yohannes Surya pernah berkata bahwa ada dua faktor seorang anak didik tidak muncul bakat potensi yang dimilikinya. Dua faktor tersebut adalah metode pengajaran yang tidak sesuai dan lingkungan belajar.

Saya mempunyai banyak pengalaman berada di kelas ketika kegiatan belajar mengajar (KBM). Satu diantaranya ketika memberikan latihan soal. Karena saya mengajar ilmu alam, maka latihan soal terkadang berupa hitungan yang cukup menyita konsentrasi dan logika berikir anak didik.

Jika tidak dikemas dalam bentuk yang lebih menarik atau menggunakan metode yang dapat merangsang anak didik lebih semangat mengerjakannya, maka latihan soal akan menjadi hal menjemukan. Beberapa cara bisa diterapkan di kelas ketika memberi latihan soal. Misalnya menggunakan metode permainan (game).

Tik Tak Boom!

Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan salah satu metode dalam memberi latihan soal yaitu game "Tik Tak Boom!", Game ini saya adaptasi dari kuis tahun '80-an yang dibawakan oleh Helmi Yahya dan Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) yang dipandu oleh Shahnaz Haque.

Langkah pertama, setiap anak didik diatur berkelompok dua orang-dua orang, sehingga mereka mempunyai partner untuk berkompetisi. Setiap dua orang adalah satu kelompok dan mereka harus mempunyai nama kelompok sesuai dengan sifat atau karakter keduanya.

Langkah kedua, setiap kelompok membuat kotak persegi 5 x 5 pada sebuah kertas ukuran A4. Ukuran kotak tersebut diusahakan satu halaman penuh.



Gambar 1: kotak 5 x 5

Setelah selesai membuat kotak, langkah ketiga menuliskan nama kelompoknya di kertas tersebut bagian paling atas dan nama anggota kelompoknya. Lalu memberi nomor tiap-tiap kotak dengan angka 1 sampai dengan 25 di pojok kiri-atas. Aturan pemberian nomor adalah secara acak. Semakin acak semakin bagus.


Gambar 2: Kotak yang telah diberi nomor secara acak
Nah, setelah siap guru akan memberi soal beserta nomor soalnya. Misalnya soal nomor 3, "Berapakah bilangan oksidasi Fe pada senyawa karat, Fe2O3?". Maka, anak harus menjawab jawabannya di kotak nomor 3. Guru harus memberi hitungan mundur ketika mereka menjawab soal. Hal ini dilakukan agar atmosfer kompetisi lebih terasa.

Gambar 3: Jawaban soal nomor 3, di kotak nomor 3

Di sini menariknya. Anak yang dapat menjawab dengan "benar", maka kotak tersebut akan diberi bintang atau emoticon senyum. Sedang anak yang menjawab "salah" atau setelah hitungan mundur selesai, kotaknya masih kosong akan diberi boom!

Pemenangnya adalah anak yang berhasil mendapatkan bintang tidak terputus dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Guru bisa memberi pemenang dengan hadiah-hadiah kecil, misalnya satu pak pensil, buku novel, atau sekadar makanan ringan atau kue-kue kering.


Gambar 4: Pemenang permainan Tik Tak Boom, membentuk bintang tidak terputus

Demikian, semoga bermanfaat.



#OneDayOnePost

2 comments: