:::: MENU ::::
puisi angkot angkutan kota

teriakan sumpah serapah dari sang komandan
bak genderang perang ditabuh
mempertaruhkan seikat kangkung
demi sebakul putih mengepul

terpana ...
tatkala roda mulai berputar
nyaris
meluap kata tanpa suara

wajahwajah gelisah
dilumuri peluh dan apek
dahinya berkerut berlipatlipat
entah ... mungkin anaknya merengek
tak keluar susu dari tetek ibunya

roda terus berputar
gerung mesin mengumbar putus asa
bagaikan perlombaan tanpa bendera finish

ini urusan perut, bung!

jalanan mulai basah menggenang
wajahwajah itu semakin gundah
bersama peluh dan apek
dahinya berkerut beratus lipat

ketika diriku terpekur, tanpa arah


Ciruas, awal November 2017


#OneDayOnePost
Categories: , ,

2 comments:

  1. Replies
    1. makasih Mba..
      menceritakan tempatnya d dlm angkutan kota, masuk tantangan ga ya, hehehe..

      Delete