:::: MENU ::::

Mewakili seluruh pecinta kacamata se-dunia, saya mengajukan protes. Mohon tulisan ini disebarkan kepada seluruh ketua RT dan RW, serta marbot musala dan masjid di seluruh dunia agar mereka tahu keluhan saya. Jika perlu Bapak Menteri Agama memberi surat perintah kepada Ketua DKM sebagai langkah menyelesaikan protes saya ini.

Saya adalah Muslim. Selain pecinta kacamata, saya pun pecinta masjid dan musala. Setiap sholat wajib saya selalu menyempatkan hadir untuk berjamaah di awal waktu.

Bayangkan saja, ketika hati telah tertata, niat sudah dilambungkan ke 'arasy, pakaian terbaik dikenakan, seketika semuanya berantakan. Apalagi kalau bukan karena tempat wudu.

Apa? Tempat wudu?

Ya, tempat wudu!

Sebagai pecinta kacamata, tidak mungkin donk saya berwudu dengan kacamata masih dikenakan di wajah. Pasti dilepas donk. Terus kacamata saya disimpan dimana, jika di tempat wudu hanya tersedia kran air. Apakah saya harus menyimpannya di saku baju? Atau menyimpan di saku celana agar lebih aman?

Pernah sekali waktu saya menyimpan kacamata di saku baju. Tepat ketika membasuh tangan, kacamata saya meleos dari saku baju, jatuh menyentuh lantai. Kacanya pecah.

Lalu pada waktu lain saya menyimpannya di saku celana agar tidak terjatuh. Tetapi sama saja. Ketika saya membasuh kaki, bingkainya menekuk bersamaan dengan kaki saya terangkat, patah, tak bisa diselamatkan.

Maka, berdasarkan pengalaman di atas, sebagai pecinta kacamata sekaligus pecinta masjid dan musala. Saya mohon untuk setiap tempat wudu di seluruh dunia menyediakan tempat kacamata. Letaknya berada tepat di atas kran air. Jadi sangat praktis dan efektif.

Kami mohon dengan sangat!

4 comments: