:::: MENU ::::

"Botchan selalu jujur dan berterus terang, tapi aku khawatir akan kesabaranmu yang pendek akan memberimu masalah. Kau harus berhenti memberikan julukan kepada orang lain, nanti mereka akan membencimu."

Penggalan kalimat di atas merupan bagian dari surat yang diterima Botchan dari neneknya Kiyo. Dididik dan dibesarkan di sebuah daerah di ibu kota Tokyo, Botchan memiliki pemikiran yang maju. Dia, Botchan memiliki kepribadian yang jujur dan terus terang, namun sifatnya meledak-ledak, mudah marah. Kisah berlanjut ketika dia diberikan tugas mengajar di sebuah daerah terpencil, jauh dari kota Tokyo.

Masalah mulai muncul ketika anak-anak di sekolah itu membuat ulah dengan mempermainkan guru barunya, Botchan. Tidak sampai mempermainkannya saja, mereka selalu mematai-matai kemana pun dia pergi. Keesokan harinya semua anak di sekolah itu sepakat untuk membuat permainan konyol berdasar atas apa dilakukan Botchan di hari kemarinnya.

Begitu pula dengan guru-guru lama di sekolah tempat Botchan mengajar, selalu memandang sinis dan mencari kesalahan yang dilakukannya. Sekecil apa pun kesalahan Botchan, segera mereka, guru-guru itu, memberi "hukuman" sosial. Mulai dari menertawakan di belakang punggungnya, menyuruh anak-anak bersekongkol sampai dia marah.

Puncaknya adalah beberapa anak melakukan tawuran dengan sekolah kejuruan. Botchan dituduh sebagai biang kerok karena tidak bisa mendidik anak-anaknya. Sayangnya akhir cerita dari buku ini mudah ditebak. Botchan kembali ke tempat asalnya di Tokyo.

Konflik yang datar sepanjang cerita, membuat pembaca novel karya Natsume Söseki sedikit kecewa. Kisah seorang pengajar yang ditempatkan di daerah pinggiran biasanya selalu menyediakan konflik yang menarik. Contohnya ketika Laskar Pelangi karya Andrea Hirata diterbitkan. Pembaca disuguhi konflik dan drama yang tak ada habisnya.

Pertanyaannya, apakah karya klasik dari negeri sakura itu selalu menyediakan konflik yang datar? Mungkin saja. Penerbit Gramedi menerbitkan ulang novel Botchan ini mungkin juga ada maksud untuk memperkenalkan karya klasik ini.

Sekian.

9 comments:

  1. Replies
    1. boleh2 :) kirim via paket or kopdar, hayu lah

      Delete
  2. konflik datarpun masih banyak peminat, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, bahkan di Jepang tahun ini msh jd salah satu buku terlaris

      Delete
  3. Kisah klasik Jepang yg aku tahu cuma Kaguya Hime dan Momotaro.. belum pernah baca Botchan.

    ReplyDelete
  4. Baru dengar kisah klasik Botchan ini.Yg aku tahu cuma Kaguya Hime dan Momotaro ...

    ReplyDelete