:::: MENU ::::
sholeh darat, Kitab Sabilul 'Abid Jauharah at-Tawhid, islam

Diambil dari Kitab Sabilul 'Abid Jauharah at-Tawhid karya Kyai Haji Sholeh Darat

Karena "iman" berarti tashdiq al-qalbi (membenarkan dalam hati) dan idhân (mengakui dan menerima syariat Islam), maka iman memiliki 77 cabang, maksudnya yang di tashdiq ada 77 perkara. Iman itu seperti kayu yang memiliki 77 ranting, sebagaimana sabda Kangjeng Nabi Rasulullah SAW:

"Iman memiliki 77 cabang, yang paling utama adalah ucapan lâ ilâha illallâh, yang paling rendah adalah menghilangkan duri di jalan, sifat malu termasuk salah satu cabang dari iman."

Adapun 77 cabang "iman" adalah sebagai berikut:

1. Beriman bahwa Allâh Mahaesa, tidak punya sekutu, yang diungkapkan dengan ucapan "lâ ilâha illallâh".

2. Beriman terhadap adanya malaikat.

Artinya meyakini bahwa malaikat adalah makhluk Allâh yang mulia, tidak berkelamin laki-laki atau perempuan, tidak mempunyai syahwat dan nafsu, tidak makan dan minum, dapat berubah bentuk dengan rupa yang indah, serta tercipta dari cahaya.

3. Beriman terhadap Alquran dan seluruh kitab Allâh.

Maksudnya membenarkan kandungan kitab-kitab Allâh dan meyakini bahwa kitab-kitab Allâh adalah kalâm Allâh yang diwahyukan kepada para Rasûl yang mengandung beberapa hukum, nasihat, perintah dan larangan, ada yang berupa bahasa Ibrani suryani, dan Arab, sesuai dengan bahasa kaumnya.

4. Beriman bahwa seluruh Nabi dan Rasûl benar dalam nasihat dan sabdanya, baik dalam urusan dunia maupun akhirat (dalam seluruh masalah agama).

5. Beriman terhadap adanya hari Kiamat, semua alam semesta akan rusak, baik langit, bumi maupun surga dan neraka.

6. Beriman bahwasanya Allâh akan membangkitkan dan menghidupkan kembali semua makhluk dimanapun ia berada.

7. Beriman terhadap Qadar.


Maksudnya meyakini bahwa semua perbuatan dan kondisi seseorang hamba, seperti rezeki, ajal, beruntung, celaka, semuanya berdasarkan ketetapan Allâh sejak zaman azali.

8. Beriman bahwa semua makhluk yang telah mati akan dibangkitkan kembali dan digiring menuju padang mahsyar, semua berdiri di atas tanah dan berwarna putih. Saat itu keadaan manusia berbeda-beda, ada yang menunggangi hewan, jalan kaki, tengkurap, ada juga yang berenang dalam keringatnya sendiri, ada yang keringatnya sampai lutut, ada yang sampai leher, semuanya khawatir dengan kepastian apakah akan dimasukkan ke surga atau ke neraka.

9. Beriman bahwa surga adalah tempat yang disediakan sebagai tempat kembali bagi orang-orang mukmin, yakni orang yang mati dengan membawa ¡man. Walaupun awalnya kufur, karena 
matinya dengan membawa iman, maka dia tidak kekal di neraka, setelah disiksa di neraka, dia akan dimasukkan ke surga. Saat disiksa di neraka, seorang mukmin mati rasa, sehingga tidak merasakan pedihnya siksaan, seperti halnya orang yang sedang tidur, setelah selesai masa siksaan yang ditentukan, dia dibangunkan dan dimasukkan ke Surga.

Adapun neraka adalah tempat kembali bagi orang-orang kafir, yakni orang yang mati dalam keadaan kufur walaupun pernah beriman. Batasan iman dan kulur adalah saat mati, itulah yang akan menentukan kekalnya seseorang di surga atau neraka.

10. Cinta kepada Allâh. Tanda cinta kepada Allâh adalah mencintai Alquran, tanda cinta kepada Allâh dan Alquran adalah cinta kepada Rasulullâh SAW. Tanda cinta kepada Rasulullâh adalah
cinta kepada hadits dan perilaku Rasulullâh SAW. Tanda cinta kepada sunnah Rasulullâh adalah cinta akhirat, tanda mencintai akhirat adalah benci dunia, tanda benci dunia adalah hanya mengambil
 harta dunla secukupnya saja sebagai bekal untuk akhirat.

Hatim bin Ulwan berkata. "Barang siapa yang mengaku memilki tiga hal, tapi tidak melakukan tiga hal, maka dia pembohong: Orang yang mengaku mencintai Allâh tapi tidak menjauhi larangan-Nya maka dia pembohong, orang yang mengaku mencintaï Nabí tapi tidak mencintai orang-orang fakir maka dia pembohong, orang yang mengaku ingin masuk surga tapi tidak mau menafkahkan hartanya dalam melakukan ketaatan kepada Allâh maka dia pembohong.

11. Takut pada siksa Allâh dengan menjauhi semua larangan-Nya.

12. Mengharap rahmat Allâh dengan cara menjalankan semua perintah-Nya. Jika hanya mengharap rahmat saja tanpa mau melakukan amal kebaikan, maka termasuk golongan orang yang tertipu.

13. Tawakal, maksudnya berserah diri kepada Allâh.

Tawakal ada tiga tingkatan:

a. Kepasrahanmu kepada Allâh seperti kepasrahan seseorang kepada orang yang lebih mulia dan lebih pandai darinya. Engkau merasa mantap ketika pasrah kepada orang tersebut.



(Bersambung ...)


0 komentar:

Post a Comment