:::: MENU ::::


"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (Q.S At-Tiin : 4)

Suatu ketika, seorang siswa menghampiri gurunya untuk menceritakan keluhannya. Dengan tenang dan sabar sang guru mendengarkannya dengan penuh perhatian, tak sepatah kata pun ia sanggah. Ternyata siswa tersebut mengeluhkan orang tua dan wali kelasnya marah, karena nilai-nilai raportnya menurun.

"Apa yang kamu rasakan saat ini?" pertanyaan pertama guru itu kepada anak didiknya.

"Ya begitu lah Pak. Saya memang seperti ini." jawab anak tersebut setengah malas.

"Seperti ini bagaimana?" pertanyaan kedua meluncur.

"Saya mah apa atuh, Pak. Kemampuan saya memang segini adanya, wajar kalau nilai kimia saya 40 dan nilai komputer saya 65."

"Apa kamu sudah berusaha sungguh-sungguh?"

"Sudah Pak!"

***

Sangat sering dialog seperti itu terjadi tatkala seorang siswa mendapatkan nilai yang pas-pasan, artinya nilainya jauh di bawah KKM bahkan tepat pada angka KKM. Lalu, mereka (siswa) berargumen tentang kemampuan mereka yang terbatas, pencapaian mereka hanya sebatas mencapai KKM. Mereka merasa otak mereka tidak sebaik temannya yang ranking satu, tidak sebaik temannya yang bersekolah di sekolah favorit.

Benarkah argumen siswa di atas tentang kemampuannya terbatas? Apakah setiap manusia dirancang ada yang pintar dan bodoh, berprestasi dan tidak berprestasi, unggulan dan manusia biasa-biasa saja?

Berikut ini penulis coba paparkan bagaimana kemampuan seorang manusia yang diberi anugerah sebuah otak yang ukurannya besar dan begitu istimewa.

Otak Manusia Melebihi Google Translete

Paragraf berikut ini adalah sebuah kalimat yang disusun secara acak. Lalu, kita coba untuk men-translete-nya ke dalam Bahasa Inggris, hanya dalam waktu kurang dari 10 detik!

"Msnuaia taidk dianracng uuntk gaagl, tpai msnuaia-lah ynag gaagl uuntk meanracng"

Bisakah? Tentu saja, bisa. Pertama kita akan membaca kata per kata yang acak serta tak tahu maknanya. Lalu, secara cepat otak kita merespon dan menemukan polanya. Setelah itu otak kita secara otomatis akan merubah (baca: translete) makna kata-kata tersebut ke dalam Bahasa Inggris. Sehingga kalimat yang terakhir yang terucap adalah: Human not planed to fail, but human whose fail to planed.

Sekarang kita buka situs Google Translete, salah satu mesin penerjemah paling canggih di dunia. Mesin ini dapat menerjemahkan satu bahasa ke dalam lebih dari 20 bahasa lainnya. Satu kata ataupun rangkaian kalimat. Coba kita ketikkan kalimat yang tadi kita baca dan terjemahkan.

Bisakah? Tentu saja, tidak.

Apa artinya? Artinya otak kita jauh lebih hebat dibanding mesin Google Translete.

Otak, Sebagai Organ Paling Vital

Jika manusia lebih hebat dari mesin Google Translete, kenapa percakapan di awal tulisan ini masih sering terjadi? Kita lihat dulu, bagaimana bebrapa fakta tentang otak manusia:

(1) Berat otak hanya 2% dari total tubuh manusia

(2) Mendapatkan pasokan darah paling banyak, yaitu sebanyak 15%

(3) Sel-sel otak akan mati jika pasokan darah yang membawa oksigen terhenti

(4) Oleh sebab itu otak menjadi prioritas yang paling utama dalam hal pasokan darah

(5) Rata-rata otak manusia normal memiliki 1.000.000.000.000 sel!

(6) Rata-rata dipakai hanya 1 % dari potensi dan kapasitasnya

Subhanallah, luar biasa bukan? Dengan 1.000.000.000.000 sel (1 triltun sel) yang dimiliki otak manusia, berarti otak manusia tidak terbatas! Semua manusia dengan otaknya yang luar biasa itu adalah jenius. Setiap manusia akan mampu mengingat isi 500 buku ensiklopedia!

2 comments:

  1. eh, bener lho, biar kekuatan IQ meningkat hrs makan otak-otak, dijamin.... Kenyang!

    ReplyDelete