:::: MENU ::::
pasar pagi, cirebon, PGC

Hari libur adalah hari surabi. Biasanya kami tidak memasak dan kesibukan seperti hari biasa sedikit longgar. Ah, begitulah jika hari libur (termasuk hari Minggu ini). Selepas salat Subuh dan matahari naik di sebatas horizon, kami akan kembali berleha-leha. 

Selalu menyenangkan, karena semua anggota keluarga berkumpul. Kami akan bercengkerama ringan tanpa ada satu pun obrolan tentang keruwetan di tempat kerja. Begitu perut terasa keroncongan, lalu membasuh muka, langsung berarak menuju tempat Yu Titi, tukang surabi di kampung kami.

Kalian tahu surabi kan? Kalau orang Jakarta dan sekitarnya biasa menyebut serabi. Orang-orang priangan timur dan sebagian orang daerah Banten mengatakannya "surabi". Konon surabi mempunyai arti lain. Su itu berarti kaya (sugih, su, kaya). Rabi itu dari kata rabi, bojo, atau istri. Jadi konon kalau ingin punya istri banyak banyak-banyaklah makan surabi. Konon lho, konon katanya (#wkwkwk).

Surabi Yu Titi berada di sebuah jalan kecil, bilangan Panjunan. Kalau dari Alun-alun Kota Cirebon atau dari Masjid Attaqwa, ambil jalan ke arah selatan yang menuju Kanoman, kalian akan menemukan Pasar Grosir Cirebon (dikenal dengan PGC) dan berdempetan dengan Pasar Pagi.

Silakan mampir dulu di sana jika waktunya senggang. Asyik, bisa melihat penjual tradisional dan oleh-oleh khas Carubanlarang, nama Cirebon dulu kala. Lurus terus sampai kalian menemukan perempatan Toserba Asia. Ambil arah kiri dan kalian menemukan SMK Muhammadiyah. Ada jalan kecil di sebelah kirinya. Nah, di situlah Yu Titi berjualan surabi tiap paginya.

Pagi-pagi, perut belum diisi oleh makanan apa pun. Berjalan kaki merasakan udara pantai yang hangat. Lalu menunggu surabi dihidangkan Yu Titi. Pesan saja surabi polos atau surabi telur, dimakan bersama dengan goreng tempe dan tahu a la Yu Titi. Sambil menikmati surabi, seruput juga teh tawar panas khas Cirebon - Tegal, teh poci. Whuaaah, luar biasa nikmat.

Menikmati surabi Yu Titi di tempatnya atau dibawa ke rumah sambil menonton film asal Jepang, Doraemon. Sempurna sudah pagi yang kami nikmati di hari Minggu ini. Kalian tahu apa rahasia lezatnya surabi Yu Titi? Tapi ini rahasia ya, jangan kasih tahu siapa-siapa.

Bahan yang digunakan haruslah tepung beras asli, tanpa campuran apa pun. Ditambahkan parutan kelapa halus. Lalu disangrai (dimasak tanpa minyak) menggunakan tembikar dari tanah liat. Bahan bakar yang digunakan haruslah menggunakan kayu, bisa mahoni atau kayu apa pun yang menghasilkan api berwarna merah kekuningan. Begitu pula dengan gorengan tempe dan tahunya, harus menggunakan bahan bakar kayu.

Maka, pagi hari liburan akan tersaji sangat nikmat. Hmmm ....

Selamat berlibur, teman-teman ODOPers ^_^

#OneDayOnePost
Categories: ,

10 comments:

  1. Jadi kangen serabi depqn sekolahan yg toping oncom...

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. pasti nya, kapan ya mkn surabi bareng? atw mkn alakatak yg hanya ada di angan2? hahaha...

      Delete
  3. Kalo dulu pas sd tukang surabinya yg keliling πŸ˜‚ belinya 2 minta gulanya semangkok πŸ˜‚

    ReplyDelete
  4. Kalo dulu pas sd tukang surabinya yg keliling πŸ˜‚ belinya 2 minta gulanya semangkok πŸ˜‚

    ReplyDelete
  5. kangen surabi kuntilanak ijo karawang wkwk

    ReplyDelete
  6. oh ya sekedar info

    serabi itu pinggirannya tipis renyah

    beda dengan surabi yang full kenyel-kenyel

    hihi

    ReplyDelete