:::: MENU ::::

Jika saya ditanya, apa harapan atau resolusi saudara di tahun depan?, maka saya hanya akan menjawab, menjadi lebih berbahagia. Sebuah jawaban standar, sebuah jawaban yang banyak orang akan menjawab seperti itu. Dan memang seperti itulah harapan saya, sama seperti seruan azan lima waktu dalam seharinya, hayya 'alal falaah, marilah kita meraih kebahagiaan.

Sebuah perubahan dalam kehidupan pribadi saya, semenjak bergabung dengan komunitas One Day One Post, ODOP, menjadi lebih terarah dalam menentukan tujuan. Tentu saja sebuah pencapaian pribadi akan kembali kepada dirinya sendiri, tidak pernah ditentukan oleh orang di luar dirinya. Namun saya pribadi merasa komunitas telah memberi saya perubahan sudut pandang, telah memberi saya menjadi berpikiran lebih terbuka dan lebih yakin akan dunia kepenulisan.

Bahkan sejak dari sekolah dasar saya senang menulis. Sampai menginjak bangku kuliah, tulisan-tulisanku tergores di banyak buku yang kusebut Daun Lontar. Namun, hanya sebatas tulisan, curahan isi pikiran, tak berpola, tak tentu arahnya ke mana. Selama itu pula, tidak pernah tulisan itu saya unggah ke sebuah blog, atau dikirim ke media cetak. Tak pernah.

Boleh kan ketika seseorang menyukai dunia tulis menulis mempunyai asa agar suatu saat kelak tulisannya akan diterbitkan sebuah penerbit dalam bentuk buku. Boleh kan jika orang itu bermimpi suatu saat buku karyanya dipajang di rak buku di toko buku ternama di negeri ini. Boleh kan?


Momen yang ditunggu itu pun tiba. Sebuah tulisan saya tentang perjalanan saya selama menjadi seorang pendidik dikirim ke sebuah penerbit. Akhirnya sebuah buku antologi kisah inspiratif dengan label "Perjalanan (R)asa" terbit, dimana salah satu tulisan saya dimuat di dala buku tersebut. Ah, sungguh menyenangkan! Segala puji bagi Allah Ta'ala atas segala nikmat dan karunia-Nya.

Ucapan terima kasih tentu saja pertama kali saya tujukan kepada Bang Syaiha, founder komunitas ODOP, para pengurus ODOP dan semua kawan-kawan ODOPers. Tanpa mereka semua yang telah memberi saya kesempatan bergabung, mungkin tidak akan pernah saya alami perubahan diri saya seperti sekarang ini.

Cukup sampai di sini? Tentu tidak! Ada keinginan terbesar dalam keseharian saya sebagai pendidik yang mengampu mata pelajaran sains: menerbitkan buku bergenre science fiction. Jika ada, maka genrenya lebih tepat sebagai chemistry fiction. Beberapa tulisan pernah saya unggah, seperti "Mantra Ajaib Dunia Mumlukular", "Three Days War", dan "Entropi, Salju dan Manusia"

Demikian, terima kasih. Sampai jumpa tahun depan kawan-kawan. Semoga impian-impian terbaik kita semua terkabul dan selalu berbahagia.

Verba volent, scripta manent

20 comments:

  1. Keren, keren... Telah lahir pejuang literasi 2018. Mari kita sambit!

    ReplyDelete
    Replies
    1. eiits, jgn jahat gitu donk, masa sy mau disambit?!

      Delete
    2. wkwkwkw jahat bet disambit, di tunggu karya solonya mas Yan..

      Delete
    3. Insya Allah, sy akan berguru pada mastah ODOP, mas Tian

      Delete
  2. Ya Allah mas dwi ini ngajar to? Sama seperti suami... sepertinya sy harus punya buku itu, Pejuang (R)asa 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap siap, mba... seneng bgt ada yg punya profesi sama.

      tentang Perjalanan (R)asa cara pemesanannya ada di bar kiri situs ini

      Delete
  3. Replies
    1. hehe, Alhamdulillaah.. belum seberapa, dibanding para mastah di ODOP

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah keren jadi pingin punya buku itu

      Delete
    2. boleh mba Lailatul, ada kok cara pemesanannya di bar kiri situs ini :)

      Delete
  5. Alhamdulillah mas.. ditunggu buku solo nya :)
    gak beda jauh sama saya, alhamdulillah tepat di usia 20 saya juga ada buku yg di trima penerbit, walaupun buku antalogi. Yuups, tak lupa thnks a lot for odop :)

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah udh lahiran, pengen deh

    ReplyDelete
  7. Emang keren pak guru kita satu ini.

    ReplyDelete