:::: MENU ::::

Drone Marcus UAV Zephyr 2.0 mengangkasa, menembus pekatnya asap. Pesawat tanpa awak itu melaju cepat memberi visual view dari ketinggian tiga ribu meter. Layar monitor memperlihatkan pemandangan yang tak pernah ada dalam pikiran manusia mana pun. Bumi menjadi sebuah planet yang lebih buruk dari Mars ataupun Merkurius. Hanya hamparan asap hitam yang menutupi permukaannya. Tak ada gemerlap cahaya yang biasa menghiasi malam harinya.

Setelah perang tiga hari, yang lebih dikenal dengan Three Days War (baca cerita lengkapnya di sini), dua pertiga penduduk bumi tewas. Sisanya bertahan di dalam bunker-bunker atau tinggal jauh di kedalaman hutan yang tak tersentuh radiasi nuklir.

***

"Magnus imperator reportus,1) penduduk planet biru telah tewas." Makhluk ceking, kurus, bermata hitam sangat besar membaca monitor yang menunjukkan kondisi planet bumi.

"Bonum. Population stultus hyacintho planeta scriptor.2) Sangat mudah dihasut mereka. Saling menyerang mereka. Hancur sendiri mereka." Makhluk lain berukuran lebih besar, bermata putih besar dan dipanggil komandan, menampakkan sinar kebiruan di sekitar tubuhnya.

"Paratus expectat iniussu, imperatoris."3) Makhluk ceking kurus bersiap menekan tombol kendali.

"Erudi ad caeruleum 6ZX23 planeta omnium!"4) Sang Komandan mengacungkan jari menunjuk planet biru, yang kini telah berubah menjadi kehitaman.

***

Puluhan pesawat bersayap empat membentuk X, putih kemilau, berbahan bakar hidrogen meluncur nol koma lima kecepatan cahaya, menuju satu titik. Semua memiliki kode 6ZX23 di bagian sisi kanan. Dilengkapi dengan persenjataan sangat lengkap dan canggih. Kr-7ZR, sebuah senjata yang dipasang di moncong pesawat, memiliki sinar radiasi krypton yang mampu memecah ikatan antar molekul sebuah materi.

"Tidak perlu mengeluarkan energi besar kita. Tidak ada yang saling menghancurkan di suku Galaktik. Saling menghacurkan hanya manusia. Dargon" Sang Komandan memecah keheningan.

"Stultus!"5) Makhluk yang dipanggil Dargon mengumpat. Tubuhnya memancarkan sinar biru kemerahan.

"Fama! Milia metra altitudinis,6) Drone Marcus UAV Zephyr 2.0." Sang pilot melihat sebuah pesawat tanpa awak buatan manusia melesat.

"Kita lenyapkan saja, Gagin?" Dargon bertanya kepada Sang Komandan.

"Eliminate!"7) Gagin, sang Komandan, memberi perintah.

Sinar laser kemerahan memancar dari moncong pesawat 6ZX23.

Suiiitt ...!

Drone itu terkena sinar laser. Bukannya meledak. Melainkan molekul-molekulnya terburai, ikatannya putus, berubah menjadi debu halus berwarna putih.

***

"Lapor Jenderal! Pesawat Drone kita hilang kontrol."

"Cari penyebabnya, lekas!"

Semua berhamburan ke posnya masing-masing, memeriksa detail kejadian terakhir. Puluhan layar monitor berpendar redup. Tembok-tembok mengelupas di sana-sini. Bahkan sebagian hancur sisa terkena ledakan. Lampu argon membentuk tulisan Mabes TNI. berkediRadap di dinding utama ruangan seluas lapangan sepak bola itu.

"Radar menemukan obyek asing. Arah barat laut, 47N 800107 346718, dengan kecepatan 7,3 mach!"

"Semua unit bersiaga penuh. Tampaknya kita kedatangan tamu."

"Jenderal, obyeknya sekarang berjumlah dua puluh empat. Dipastikan bukan pesawat Amerika atau pun Korea Utara!"

"Aktifkan semua navigasi pendeteksi unidentified object screen."

Suara buzzz memenuhi ruangan itu. Beberapa lampu kontrol menyala terang. Tampaknya semua sumber daya manusia dan peralatan canggih dikerahkan maksimal.

"Tidak ada! Tidak ada data pun dari obyek-obyek itu! UFO ...!"

***

Pesawat Sukhoi Su-35 AU melesat, membentuk formasi V. Sebanyak 48 jet buatan negeri beruang merah menyerbu obyek yang tidak dikenal. Kedua pasukan udara itu bertemu tepat di perairan Karimata.

Formasi tempur Su-35 dengan manuver canggih berusaha membendung pergerakan 6ZX23, yang terdeteksi sebagai UFO. Sinar laser krypton berpendar menyilaukan mengenai Su-35. Slaaaap! Satu jet Sukhoi menghilang, menyisakan debu berwarna abu-abu membumbung tinggi. Tidak ada ledakan sama sekali.

Tak kalah gesit, satu jet Su-35 mengejar obyek asing. Desingan tembakan sinar kosmis mengarah kepada obyek tersebut. Zzzzssss! Meleset. Obyek yang memiliki teknologi lebih canggih itu seakan lenyap, karena bentuk molekul-molekulnya berubah menjadi molekul udara. Setelah sinar kosmis melewatinya, bentuk molekul kembali ke bentuk semula.

Obyek 6ZX23 kembali melesatkan tembakan sinar krypton, dan Slaaaap! Kembali jet Sukhoi menghilang. Kali ini langsung sebanyak tiga pesawat berubah menjadi kepulan debu gelap membumbung tinggi.

Kehilangan empat buah pesawat tempur dalam waktu kurang dari lima belas menit, komandan skuadron tempur langsung memerintahkan merubah formasi. Tampaknya teknologi pesawat jet tidak seimbang dengan obyek yang tidak diketahui identitasnya itu.

"Elang-3, elang-3 masuk!"

"Elang-3 di sini, copy roger."

"Garuda cakra memerintahkan ubah formasi."

"Siap ubah formasi. Tapi kita kalah dari semua teknologi. Ganti!"

"Ya, dicopy."

"Tampaknya kita betul-betul menghadapi unidentified objects. Entah obyek apa yang sekarang kita hadapi. Mereka mampu mentransformasi molekul yang mereka miliki."

Siuuut ...! Slaaaap!

Sinar sangat terang menerangi langit Karimata, mengenai skuadron tempur dengan cepat. Sepuluh pesawat jet kembali lenyap. Enam lainnya tengah dikejar oleh 6ZX23.

"Kembali ke markas komando!"

***

"Situasi semakin memburuk Pak Presiden." Jenderal Skuadron Tempur memberi situasi yang dihadapi.

"Iya, saya lihat semua,." Sambil meletakkan satu tangannya dahi, kepalanya tertunduk, "kita kehilangan segalanya. Setelah bom nuklir menghancurkan permukaan bumi, kini makhluk entah apa mengancam kehidupan yang tersisa."

"Siap menunggu komando Bapak Presiden."

"Dalam situasi seperti ini, saya tetap meminta masukan dari Jenderal."

"Baik, Pak Presiden."

"Harapan kita tinggal kepada pasukan elit Kotrachan-65."

"Tepat. Komando Sitara Chandrama-65."

"Hemat saya, sudah waktunya kita mengerahkan pasukan elit itu. Bagaimana Jenderal?"

"Setuju, Pak Presiden. Tidak ada pilihan lain. Dan saya yakin, inilah saatnya untuk membuktikan bahwa kita bisa memenangkan pertempuran."

"Kerahkan segera!"

"Siap, Pak!"



SELESAI


1) lapor Komandan

2) Bagus. Penduduk planet bumi itu memang bodoh

3) Siap menunggu perintah, Komandan

4) Perintahkan semua 6ZX23 menuju planet biru

5) Bodoh

6) Lapor! Ketinggian tiga ribu meter

7) Lenyapkan!

2 comments: