:::: MENU ::::
Kuliner, Cirebon, Magelang, Jamblang

Rec. On Play
Automatically Focus
00:01:78

Hallo, friends! Bertemu lagi dengan saya, Farrell, dalam acara Ayam Bakakak Trevel Blogger, nyam nyam nyam.

Kali ini saya akan mengajak kalian mengunjungi salah satu kota kecil di Jawa Tengah. Kota kecil ini sangat asyik untuk disinggahi, karena di sinilah kalian bisa menjumpai sebuah bukit kecil di tengah kota. Namanya bukit Tidar. Konon nih, di puncak bukit itu ada makam keramat, makam Mbah Jengkal. Jadi, kalau kalian mengukur makam itu dengan jengkal tangan, hasilnya akan beda-beda. Tidak pernah sama.

Nah lho, kok jadi ngomongin makam. Seperti biasa kita akan telusuri tempat makan paling enak di kota ini. Ikuti saya terus ya. Kuy, jalan ...!

Rec. Pause
Automatically Focus
00:03: 34

Lensa kamera mulai berjalan menyusuri jalanan di kota itu. Sekilas terekam sebuah sekolah dengan bangunan megah tertata rapi. Melingkar dengan bangunan utama sebuah balairung limas segi lima. Papan nama di paling depan gerbang tertulis SMA Taruna Nusantara, Dibangun Atas Prakarsa Perguruan Tamansiswa dan ABRI.

Lalu landscape hijau berbentuk mangkuk kecil terbalik, penuh dengan pohon pinus dan mahoni. Sangat rimbun. Kamera merubah fokusnya menjadi zoom out. Tampak dari kejauhan ternyata berupa sebuah bukit. Pohon-pohon yang diselimuti oleh hutan hujan. Itulah bukit Tidar yang host sebutkan di awal.

Rec. On Stand Bye
Manually Focus
00:12:61

Welcome guys, selamat datang di kota Magelang! Friends, inilah kota yang sangat cantik. Lokasinya tepat berada di persimpangan jalan menuju Yogyakarta, Solo, dan Purworejo. Di kota ini pula kalian bisa melihat gunung berapi paling aktif di Indonesia. Yup, betul! Namanya Gunung Merapi.

Duh, perut saya sudah keroncongan. Kita cari tempat makan yang enak yuk. Hm, mana ya? Nah itu dia. Ada warung makan yang kayaknya seru tuh. Warung makan ayam bakar Mbok Berek. Wah, saya harus coba nih. Ikuti saya terus, friends.

Rec. On Play
Automatically Focus
00:17:45

"Pagi, Mbak"

"Pagi juga Mas. Silakan menikmati warung makan kami. Ini daftar menunya."

"Iya, hatur nuhun nya Mbak."

Hehe, biarin si mbaknya gak ngerti ucapan saya. Yang penting hepi. 

Nah friends, kita kepoin menunya. Wuiih, ayam bakar Mbok Berek, sayur asem, sayur lodeh, wedhang ronde, sambal tomat, rujak cingur. Lho ada rujak cingur juga? Di sini ada rujak cingur juga ternyata. Tapi kayaknya bukan makanan spesialnya. 

Friends, tips dari saya nih ya, kalau kalian berkunjung ke suatu tempat kita harus pesan makanan yang benar-benar khas daerah itu.

"Monggo, Mas."

"Waduh, banyak sekali. Ini mah pasti muaknyus banget."

"Ini pithik bakarnya'"

"Apa Mbak?"

"Pithik bakar, ayam bakar."

"Oh, iya. Nah kalau ini pasti wedang ronde ya."

"Inggih Mas. Ini sambalnya, ikan asin, tahu, tempe, dan ini jangan."

"Lho, apa Mbak?"

"Ini jangan."

"Kok jangan?

"Iya, jangan asem, iki jangan lodeh!"

Friends, saya bingung nih. Ternyata saya gak boleh makan sayurnya. Kita cabut saja dari sini sebelum lebih banyak masalah. Kuy.

Rec. Off
Automatically Focus
00:50:29

***

Rec. On Stand Bye
Automatically Focus
00:52:54

Haai, guys! Ayam Bakakak Travel Blogger? Nyam nyam nyam.

Friends, cape nih. Saya baru saja melakukan perjalanan darat dari kota Magelang menuju kota udang ini. Sugeng rawuh ing Cirebon. Lihat friends gerbangnya unik banget. Di atas sana ada tulisan selamat datang dan ingsung titip tajug lan fakir miskin. Wah wah, kira-kira apa ya artinya. Kita tanya yuk. Orang-orang di sini tahu tidak ya artinya.

"Hallo Mbak. Boleh ganggu sebentar ya. Saya mau tanya nih."

"Hallo juga, iya boleh."

"Di atas gerbang sana ada tulisan ingsun titip tajug lan fakir miskin, apa artinya ya Mbak?"

"Hmm, apa ya. Hehehe, gak tahu ah Mas."

Waduh friends, ternyata si Mbaknya gak tahu. Hihihi. Kita cari lagi orang lain. Lets go.

"Pagi Mas, maaf mau ganggu. Boleh saya bertanya ya Mas?"

"Pagi juga. Oh, iya silakan, olih-olih."

"Tulisan ingsung titip tajug lan fakir miskin, yang ada di atas gerbang itu artinya apa ya?"

"Oh, itu kata petuah dari Sunan Gunung Jati, Mas. Artinya saya titip masjid dan fakir miskin."

Nah, friends sekarang tahu kan. Arti tulisan yang ada di atas gerbang Kota Cirebon ini. Wuih, mantap ya kotanya. Saya suka banget nih. Apalagi orangnya sopan-sopan. Dan, hei lihat! Masih ada becak cuy. Keren. Ayo, tetap ikuti saya ya, Farrel, si travel blogger, kita cari tempat kuliner di sini tapi naik becak saja ya ke sananya.

Rec. Pause
Manually Focus
01:08:47

Tadaaa. Masih bersama saya, Farrell. Lihat friends di depan saya, wuiiih banyak sekali hidangannya. Mantap. Kalian jangan ngiler ya. Soalnya masakan di Cirebon ini khas sekali. Saya jamin kalian pasti nyesel kalau belum pernah nyicip masakan khas kota ini. 

Ada nasi jamblang, nih. Kayak nasi kucing kalau di Bogor. Seumprit. Porsinya sedikit. Ya, minimal dua porsi lah. Uniknya lagi nih, nasinya dibungkus pakai daun jati. Heee .... Lauknya sangat beragam. Ada cumi atau balakutak, telor, tempe, tahu, dan lainnya.

"Kalau di sini, buah ini namanya apa Mbok?"

"Itu kates, Mas."

"Bukannya gedang ya?"

"Kalau gedhang yang kuning ini."

"Yang kuning? Kuning panjang ini? Ini mah pisang. Nah, kalau gedang itu pepaya."

"Bukan, gedhang itu pisang."

"Pepaya, Mbok. Gedang itu pepaya."

"Sing ijo itu kates. Bukan pepaya, Mas. Nah, kalau pisang itu gedhang."

Waduh friends, saya bingung nih. Jadi gedang itu apa ya, pisang atau pepaya sih. Si Mboknya bikin saya mumet. Menurut kalian bagaimana friends, gedang itu apa, pisang atau pepaya? Ah, sudahlah. Daripada pusing mikirin jawabannya, mending saya makan dulu ya. 

Whoo, empal gentong super pedas. Mantap, muaknyus. Selamat makan, friends. Sampai jumpa lagi di episode berikutnya, Ayam Bakakak Travel Blogger, nyam nyam nyam. Jangan lupa subscribe ya. Dadaah ...!

Rec. End
Focus off
01:39:25

TAMAT


#OneDayOnePost
#ODOP
#30DaysWritingChallange
#30DWC
#Day10

#Kuliner
#Fiksi

11 comments: