:::: MENU ::::

Jangan bosan Kawan, hari-hari yang kita lalui sepekan terakhir selalu berbicara  tentang hujan. Dan pagi ini pun ketika aku hendak mengayuh sepeda ke bendungan Pamarayan, ternyata terhalang hujan. Mataku perih terkena tetesan hujan, yang mungkin mengandung asam (Baca tulisan: "Petaka Larutan Asam"). Akhirnya, aku putuskan untuk menulis saja, di sini, di sebuah ruang berpermadani maroon.

-ooOoo-

HIDROGEN

Entah seperti apa kalau kita tinggal di Merkurius. Konon katanya, aku pun tak pernah pergi ke sana, ketika aku masih belajar di sekolah dasar, Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan Matahari. Karena di sana terdapat gas yang sangat melimpah jumlahnya. Kalian tahu seperti apa rasanya? Entahlah, aku pun hanya bisa membayangkannya saja.

Sebuah gas yang menjadi bahan bakar, agar Matahari tetap bisa menyala terang. Agar Matahari tetap bisa memberi kehangatan bagi penduduk Bumi.

Sebuah gas yang meledak-ledak. Tak perlu sebuah alat tempur canggih untuk meluluhlantakan sebuah kota. Cukup dengan memberi sedikit reaksi kepada bahan bakar Matahari ini, niscaya satu kota sebesar Pulau Nusakambangan akan hancur berantakan.


OKSIGEN

Huff ..., dinginnya. Cuaca awal-awal tahun memang kurang bersahabat bagi pendaki. Medannya bertambah sulit, karena tanah menjadi basah, liket dan licin. Ditambah udara yang semakin dingin tatkala kabut telah turun menyelimuti.

Mereka butuh perapian untuk menghangatkan tubuhnya. 

Apa? Kopi panas?

Tetap saja perlu api untuk mendidihkan airnya. Dan, omong-omong soal hangat atau api, kalian tidak akan pernah tahu apa yang menyebabkan keduanya bisa kita rasakan. Bahkan, sekalipun tubuh manusia selalu hangat, kalian terkadang tidak sadar kenapa bisa menghangat seperti itu.

Maka, pada pagi yang sangat dingin di kaki Gunung Salak ini, aku akan memberi tahu. Di pagi tanpa angin, ketika layang-layang tak mungkin terbang sempurna, aku akan memberi tahu sebuah rahasia. Semuanya bisa terjadi karena adanya oksigen. Ya, karena oksigen. Sebuah gas diatomik (di alam bebas gas oksigen selalu memiliki satu pasang atom oksigen, O2) dengan sifatnya selalu membakar. 

Api menyala, tentu saja karena oksigen. Tubuh manusia (yang masih hidup) selalu terasa hangat, juga karena oksigen yang kalian hirup setiap saat. Besi yang tidak terawat sehingga berada dalam udara yang lembab, akan berkarat, berubah menjadi kuning-cokelat kemerahan. Tak lain karena besi tersebut bereaksi dengan oksigen.

BACA TULISAN LAIN: "KENAPA BESI ITU DITURUNKAN"

AIR

Walaupun begitu, jangan salah sangka. Karena kalian selalu menghirup oksigen setiap saat, bukan berarti sebagian besar tubuh manusia terdiri dari oksigen. Bukan!

Ternyata tubuh kalian sebagian besarnya mengandung air.

Apa, air?

Ya, air. Di sinilah keajaibannya. Bayangkan air yang berada di dalam gelas minum kalian. Jika dilihat secara molekuler --melihat dari sudut pandang molekul yang sangat kecil--, maka air tersebut terdiri dari oksigen dan hidrogen. Lebih tepatnya selalu memiliki susunan satu atom oksigen dan dua atom hidrogen.

Kalian pasti tahu sifat dari air kan? Sungguh menyejukkan, menenangkan, menghilangkan dahaga, membersihkan, mensucikan tubuh, dan pelarut hampir semua bahan yang ada di alam ini.

Oh, Tuhan memang Mahakuasa, Allahul Aziiz. Sebuah materi yang tersusun dari zat yang selalu meledak hebat dan zat yang membakar, tetapi menjadi materi yang sifatnya jauh dari zat penyusunnya. Sangat jauh.

Entah apa jadinya Kawan, jika tiba-tiba ikatan molekul pada air terlepas. Ketika kita hendak berwudu tiba-tiba air yang kita ambil meledak!

-ooOoo-

Baca Tulisan Lainnya: Sepeda, Mobil Sport, dan Sputnik

#OneDayOnePost
#ODOP
#30DaysWritingChallange
#30DWC
#Day18
#Fiksi

8 comments:

  1. Jangan sampai meledak. T_T
    Terimakasih untuk pelajarannya hari ini pak guru.
    Jempol deh. ^_^

    ReplyDelete
  2. Bahasannya bergizi kang, ntap ๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  3. Bahasannya bergizi kang, ntap ๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  4. Masyaallah...
    Alhamdulillah
    Ilmu hari lagi ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  5. Bagaimana rasanya tinggal di merkurius

    ReplyDelete
  6. Sarapan bergizi tinggi. Makasih Pak Guru...

    ReplyDelete
  7. Terimakasih ilmunya pak
    Keren, mantap!

    ReplyDelete
  8. Masyaallah, terima kasih sudah nulis ini pak guru. Makin bersyukur, insyaallah ☕

    ReplyDelete