:::: MENU ::::

Baru saja selesai kelas malam, mengajar anak murid saya berlatih soal kimia untuk persiapan Ujian Nasional. Pikiran saya lelah. Hanya untuk menulis cerita dengan tiga kata kunci sepertinya berat sekali. Belum lagi saya harus menyiapkan bahan ajar kimia hari Kamis besok, membutuhkan waktu yang cukup banyak.

Mohon maaf kepada para Pije Kelas Fiksi ODOP batch 4. Napas saya sudah hah heh hoh, capai bukan main, lelah alang bukan kepalang. Penat mata dan kepala, seperti ada ribuan jarum yang menusuk-nusuk. Jika tujuh hari pertama hanya dua kata kunci, maka pekan ini ada tiga kata kunci yang harus terselip di tulisan saya.

Apa yang harus saya tulis? Entahlah. Mungkin malam ini saya tidak akan menulis apa pun. Membaca kata kuncinya saja sudah membuat kepala nyut nyutan. Bayangkan saja kata pertama yang harus ada singa. Kenapa harus singa. Kenapa tidak kucing saja. Saya kan belum pernah kasih makan singa. Coba kalau kata kunci pertamanya kucing. Saya bisa bercerita banyak tentang kucing. Misalnya, adik bungsu saya punya kucing kesayangan. Namanya Kenta, kalau dipanggil Ken. Sedang nama panjangnya Kentang Goreng.

Tiap hari dikasih makan dengan makanan kemasan. Keren. Namanya makanannya Friskies. Hebatnya makanan Si Kenta itu harganya lebih mahal dibanding makanan yang saya makan sehari-hari. Swear, saya omong beneran. Sok saja lihat kandungan gizi yang ada pada kemasan Friskies. Jauh banget dibanding ikan asin jambal dan kerupuk yang selalu jadi santapan saya sehari-hari.

Sudahlah. Cukup untuk malam ini. Saya tidak bisa menulis panjang-panjang. Saya mohon pengertiannya kepada Mbak Wiwid, Mas Wakhid, dan Kang Yoga. Saya sudah berusaha keras. Mungkin besok bisa menulis lagi dengan cerita-cerita yang enak dibaca. 

Duh, kepala saya tambah nyut-nyutan membaca kata kunci kedua. Kaca! Iya, kaca. Apa hubungannya singa dengan kaca. Memangnya singa suka makan kaca. Memangnya kuda lumping makan kaca. Atau singa sering berdandan sambil melihat kaca cermin, biar kalau berburu mangsanya akan menyangka dia adalah badut. Begitu? Kan tidak nyambung.

Kalau mau sih --menurut saya ya, ini menurut saya lho-- kata keduanya gurun atau karnivora. Lebih enak kan? Lebih gampang untuk dibuat ceritanya. Lha, ini kaca. Saya harus cerita apa dengan kata kaca? Apa saya harus bercerita cara pembuatan kaca. Atau mungkin saya disuruh menjelaskan tentang efek rumah kaca. Apa yang saya tahu tentang efek rumah kaca?

Disangaknya efek rumah kaca (bahasa kerennya green house effect) itu gara-gara banyak yang ngebangun rumah dari kaca, gitu ya? Bukan! Bukan itu. Maksud dari efek rumah kaca itu adalah akibat yang diakibatkan oleh banyaknya gas karbondioksida di lapisan atmosfer. Yaitu, semakin panasnya suhu bumi sehingga bongkahan es yang berada di kutub lebih mudah mencair.

Tuh, kan tulisan saya jadi ngaco. Masa saya nulis "akibat yang diakibatkan oleh ...." Padahal maksudnya sih begini, "Maksud dari efek rumah kaca itu adalah gejala yang diakibatkan oleh banyaknya gas karbondioksida di lapisan atmosfer." Begitu.

Ternyata malam ini pikiran saya buntu untuk menulis tantangan 30 Days Writing Challange hari kedelapan. Rasanya betul-betul merasa hampa. Rasa yang muncul ketika saya sudah berusaha, belajar keras, membaca buku, menulis setiap hari, tiba-tiba malam ini semuanya hilang. Menguap entah kemana.

Sekali lagi mohon maaf kepada para Pije. Tampaknya tantangan hari kedelapan ini saya menyerah. Padahal masih ada dua puluh tiga hari lagi dalam 30 Days Writing Challange. Bayangkan saja tiga minggu waktu yang tersisa. Itu kan bukan waktu yang sebentar. Tapi malam ini saya tidak tahu harus menulis apa. 

Bukan sebuah masalah memang. Toh, namanya juga challange. Berarti semua hal yang menghambat saya menulis bukan masalah, tetapi sebuah tantangan. Nah, berarti tantangan berikutnya adalah membuat judul. Bingung juga. Ya sudah daripada kelamaan, tidak ada solusinya juga kalau berlama-lama, tulisan ini saya beri judul "Singa Bermata Kaca yang Merasa Hampa".


***

Ketika cerita ini selesai ditulis, saya iseng-iseng memilih menu Reviews - Word Count dan muncul kotak dialog dengan catatan seperti ini:

Statistics:
Pages : 3
Words : 740
Characters (no spaces) : 4,172
Characters (with spaces) : 4,888
Paragraphs ; 32
Lines : 105

Dan muncul tanda peringatan di pojok kanan bawah monitor:

Plug in or find another power source
Your battery power is low (6%). If you don't plug in your computer soon, it will hibernate automatically.

Lalu secara bersamaan saya mendengar suara tiang listrik dipukul oleh satpam kompleks. Tueng ... tueng ... tueng!


Sekian, terima kasih, matur nuwun, hatur nuhun, arigato gozaimasu!


#OneDayOnePost
#ODOP
#30DaysWritingChallange
#30DWC
#Day8
#FreeWriting

15 comments:

  1. Yah... nggak apa2. Ini diterima aja. Kasihan.

    ReplyDelete
  2. Curhat yang aneh sekaligus lucu. Tiba-tiba bisa selesai aja tantangannya

    ReplyDelete
  3. Hahahaha...nggak bisa nulis kok panjang amat begini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iya Mbak Wid, ternyata ga ada alesan, apa pun ttp saja qt bisa nulis

      Delete
  4. jja eta masih bisa nulis tentang singa hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk, jiga urg sok nyebut, "ah, sy mah apa atuh ga bisa nulis", padahal kan saha waé bisa nulis mah :D

      Delete
  5. whaa...kang Dwi pake batere apa sih, lowbat masih bisa nulis? kalau saya, lowbat, trus ngedrop. batere abis gitu aja. shutdown otomatis deh. -_-
    betewe utang nulis saya udah numpuk, jadi lima (kalau ngga salah itung. bisa jadi malah lebih. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu tuh berhenti nulis gara gara lowbet, hehehe. .

      semangat mbak Kifa, ntar dikasih jus alpuket

      Delete
    2. itu tuh berhenti nulis gara gara lowbet, hehehe. .

      semangat mbak Kifa, ntar dikasih jus alpuket

      Delete
  6. Wah Mas Dwi nih jago banget buat tulisan, bahkan lagi hampa ja sudah panjang gini.

    Sip sip sip

    ReplyDelete
  7. Lucu bgt sih mas. Suka saya bacanya hihih

    ReplyDelete