:::: MENU ::::

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari sikap dan perilaku anak-anak di sebuah kelas. Bukan hanya berinteraksi secara verbal, menyapa sepintas dan selesai. Bukan hanya bertanya "apa kabar" dan dijawab oleh mereka "baik", dan selesai. Tidak.

Terkdang ucapan verbal dari anak-anak bukan cerminan dari kepribadian mereka sesungguhnya. Apalagi banyak sapaan yang menjadi rutinitas belaka. Seperti sebelum memulai pembelajaran, maka seorang guru akan mengatakan "How are you, children?" Bisa menebak, kira-kira apa jawaban dari anak-anak tersebut?

Tepat sekali. Maka, jawaban dari anak sudah bisa dipastikan adalah "I'm fine, and gow are you, Sir?"

Bukankah jika ditanya kabar jawaban seharusnya sangat beragam. Bisa saja menjawab, "I'm very well." atau "Oh, I'm not good today. I have sick.", atau mungkin seperti ini, "I'm very glad, Sir. Because yesterday I got special gift from my grandpa."

Dari penjelasan singkat tulisan di atas, untuk memahami karakter anak tidak cukup dengan ucapan verbal, namun harus dibarengi dengan stimulus tertentu. Seperti wawancara/obrolan singkat, psikotes sederhana, tes kecerdasan majemuk dan lainnya.

Sedangkan untuk memahami karakter anak di suatu kelas secara keseluruhan, saya mempunyai referensi untuk melakukan tes "Sosiometri." Apa itu sosiometri?

Secara sederhana sosiometri dapat diartikan sebagai alat yang tepat untuk mengumpulkan data mengenai hubungan-hubungan sosial dan tingkah laku sosial murid (Sumber). Setelah melakukan tes sosiometri maka kita dapat memetakan seperti apa karakteristik anak-anak kelas kita.

Salah satu situs yang menyediakan Tes Sosiometri adalah http://sosiometri.shidec.com/sosiometri. Tampilannya sangat sederhana dan mudah dioperasikan. Kunjungi situs tersebut, maka kita harus melakukan Sign In terlebih dahulu. Jika belum mempunyai akun, maka kita perlu daftar.


Setelah berhasil Sign In, maka pilih menu Buat Baru. Tulis judul yang akan kita lihat karakternya, misalnya "Teman yang Paling Asyik Diajak Bercanda". Lalu, tentukan berapa banyak anak yang berada di kelas itu, serta pilihannya. Idealnya untuk pilihan adalah 2 s.d 3.



Langkah terakhir adalah meng-input data dari masing-masing anak. Setiap anak diberi nomor urut. Misalnya nomor (1) Aay Abudllah, (2) Alvin, (3) Amel Lia, (4) Nadiatul Badriyah, (5) dst.


Setiap anak harus memilih di Pilihan 1, Pilihan 2, dan Pilihan 3, berupa nomor urut temannya. Jika pilihannya berlawanan, maka diberi tanda negatif (-). Misalnya pilihan 1 teman yang paling asyik bercanda nomor 24. Maka, untuk pilihan berikutnya, teman yang paling tidak asyik bercanda, diberi angka -18.

Bagaimana hasilnya?

Hasilnya akan tampak seperti ini:

Grafik yang menunjukkan "Teman yang Paling Asyik Bercanda"

Grafik yang menunjukkan "Teman yang Paling Ribut di Kelas"
Demikian, semoga bermanfaat.

1 comment:

  1. Wah, ilmu baru ini. Tapi kayaknya perlu penjelasan lebih lanjut. Blm paham

    ReplyDelete