:::: MENU ::::

Hai, sobat. Kalian pernah belajar ilmu sains? Atau masih berstatus sebagai anak berseragam putih abu-abu? Kalau iya, berarti kalian pernah belajar ilmu kimia. Dan jika berbicara ilmu kimia kalian akan menemukan berbagai macam konsep-konsep yang unik dan mengasyikkan.

Jika saya katakan bahwa diantara ilmu sains lainnya, kimia adalah yang paling menarik dan seru, kalian percaya? Tentu saja. Karena di dalam kimia, daya mengkhayal kalian akan diuji. Jika kalian tidak memiliki kemampuan berkhayal, kalian akan kesulitan memahami ilmu kimia. Selain mengkhayal, ilmu yang terkenal dengan sesuatu yang beracun dan berdentum itu, kalian juga harus menghafal konsep-konsep dasarnya, memahami kaitan antar konsep, menganalisis hasil praktikum, dan tidak kalah seru adalah menghitung berbagai pengamatan dengan rumus yang telah dipaparkan sebelumnya.

Salah satu bahasan yang menarik dan mengasyikkan adalah ketika kalian "dipaksa" menghafal nama-nama dan lambang unsur yang terdapat pada sistem periodik unsur (SPU). SPU sendiri adalah semacam tabel terdiri dari golongan dan periode, tersusun atas kotak-kotak simbol unsur beserta sifat-sifat fisikanya.

Setiap bahasan tentu saja kalian dituntut untuk berpikir secara kreatif. Jika hanya menghafal saja, kalian akan mengalami kesulitan. Selain itu hafalan hanya akan disimpan di otak kiri, yang khas dengan ungkapan "sekarang ingat, besok lupa".

Berbeda jika kita menghafal dengan cara kreatif, maka hafalannya akan disimpan di otak kanan yang mempunyai sifat long term memory, ingatannya jangka panjang.

Jembatan Keledai

Apa itu "jembatan keledai"?

Jembatan keledai adalah salah satu cara menghafal sesuatu konsep. Kebanyakan cara menghafal ini digunakan dalam dunia pendidikan. Namun tidak terlepas kemungkinan digunakan dalam hal apa pun. Jembatan keledai berupa kata atau suku kata yang ditambahkan pada susunan kata yang ingin dihafal agar terbentuk kalimat atau suatu cerita dengan arti yang menarik. Semakin menarik semakin bagus.

Dulu, kita pernah menghafal nama-nama warna pelangi dengan cara ini. pernah dengar kata "mejikuhibiniu"?

Kata "mejikuhibiniu" digunakan untuk mengingat warna pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Istilah jembatan keledai kemungkinan besar merupakan terjemahan dari bahasa Belanda Ezelsbruggetje (titian keledai) atau bahasa Latin pons asinorum, yang berarti jembatan keledai. (Wikipedia)

Jembatan keledai bisa digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat hanya dengan ingatan alami, misalnya dalam mengingat unsur kimia, anatomi, taksonomi, tata bahasa dan rumus matematika.

Nah, kembali ke ilmu kimia, tepatnya sistem periodik unsur. Dalam satu golongan terdiri atas unsur-unsur sesuai dengan tingkatan periodenya. Nah, ambil huruf depan dari masing-masing unsur tersebut. Lalu, dengan huruf-huruf awal itu kalian bikin cerita yang unik, aneh, absurd, segokil-gokilnya.

Misalnya untuk golongan IIA:

Terdiri atas unsur:
Berilium - Magnesium - Kalsium - Stronsium - Barium - Radium

Hafalan dengan "jembatan keledai" adalah:
Bebek - Meninggal - Karna - Sri - Bawa - Racun

Golongan IVA
Unsurnya adalah:
Karbon - Silikon - Germanium - Sn (Timah) - Pb (Timbal)

Maka, ceritanya seperti ini:
Karna - Susi - Genit - Soni (Jadi) - Playboy

Dan masih banyak cerita lainnya. Dengan cara ini kalian tidak akan merasa sedang mempelajari ilmu kimia. Kalian serasa membuat cerita fiksi (humor fiksi) dan tentu saja terasa sangat ringan, menghafal lebih dari 50 nama unsur, simbol, beserta letak golongan dan periodenya dalam SPU.


7 comments:

  1. Menarik. Anakku jurusan Kimia. Mungkin butuh ini.

    ReplyDelete
  2. Wuah ... Pak Guru mengingatkan masa lalu yang hampir terlupa.
    Terimakasih Pak ^_^
    Kembali teringat tentang Jembatan Keledai :D

    ReplyDelete
  3. Wah ... kenapa dulu nggak jadi guruku Pak!

    ReplyDelete
  4. saya pernah belajar kimia, bahkan resmi tercetak dalam ijazah S1 saya,... tapi kini banyak yang sudah lupa karena kerjaan yang jauh dari hal-hal yang berbau kimia. Tapi setidaknya implementasinya bisa saya pakai dikehidupan sehari-hari, yaa minimal tahu kenapa saat bikin teh manis saya perlu pakai air panas buat mempercepat gula larut, hehehe... bukan begitu pak?

    ReplyDelete