:::: MENU ::::

Menyaksikan acara "Hitam Putih" yang ditayangkan hari Selasa kemarin benar-benar membuat pikiran dan hati saya ditohok dari depan. Dibawakan oleh host fenomenal Deddy Corbuzier (bersama Okky) acara itu selalu saja menyelipkan beribu makna yang disajikan kepada pemirsa setianya. Pada episode tersebut, dihadirkan dua bocah hebat yang memiiiki karakter luar biasa.

Pada tayangan itu, tersebutlah bocah bernama Rayyan, seumuran anak kelas VI SD. Ditinggal pergi oleh ayah kandungnya semenjak umur 2 minggu. Dan harus menerima nasib memiliki ibu yang menderita sakit ginjal. Terpaksa ibunya mendapat perawatan di rumah sakit, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Satu hal yang menohok diri saya adalah bocah itu merawat ibunya dengan telaten, kapan pun, setiap hari hanya sendirian!

Ucapan yang membuat para pemirsa "Hitam Putih" di televisi dan tentu saja penonton di studio meneteskan air mata, "saya tidak akan sekolah sampai ibu saya sembuh dan bisa pulang ke rumah." Sungguh, sebuah adegan yang sangat menguras emosi. Lalu merasa diri sendiri begitu kecil dari pengorbanan yang selama ini sudah dilakukan. Hebatnya lagi, bocah itu mengurus ibunya seorang diri. Diceritakan bahwa ketika menyuapi makan, lalu sang ibu tersedak dan muntah di tempatnya. Rayyan menampahi dahak muntahan ibunya dengan kedua telapak tangannya sendiri.

Setelah salah seorang mengunggah videonya ke media sosial, mulai ramailah orang-orang memperbincangkannya. Bahkan sempat menjadi viral. Banyak netizen yang berempati, atau hanya simpati mengucapkan prihatin atau kesedihannya. Namun tindakan heroik --tentu saja patut ditiru-- adalah seorang polisi, bernama Aiptu Donny. Begitu mengetahui Rayyan menjadi viral di medsos, dia langsung tabayyun, cek dan ricek, berangkat ke rumah sakit yang merawat ibu dari Rayyan.

Begitu mengetahui kebenarannya dan memastikan bukan hoaks, Aiptu Donny secara spontan mengucapkan bahwa Rayyan akan menjadi anak angkatnya. Dia membawa sang bocah pulang, menyuruhnya tinggal bersama keluarganya (seorang istri dan satu anak kandung), membiayai sekolah, dan selalu mengantar jemput Rayyan ketika bersekolah. Biaya dan perawatan ibunya dipikul bersama-sama dengan temannya.

Sungguh luar biasa dan tindakan yang seorang pahlawan. Di sinilah diuji tingkat keimanan seseorang --dalam hablum minan naas. Bukan hanya sekedar bersimpati dengan mengucap belasungkawa atau prihatin, bukan hanya berempati dengan mendonasikan sebagian hartanya, namun dia melakukannya sendiri, do it himself. Tanpa memikirkan apa pun tanpa mempertimbangkan risiko yang akan terjadi.

Dan merekalah, tokoh yang saya ceritakan di atas, manusia-manusia yang telah melamaui dirinya sendiri. Tidak pernah hirau dirinya sendiri, apakah sudah makan atau belum, sudah berkecukupan atau tidak, memiliki harta, risiko apa yang akan terjadi, tidak pernah memikirkan semua itu. Justru yang dipikirkan adalah apa yang bisa dirinya lakukan untuk orang lain, apakah orang lain masih lapar, apakah orang lain butuh pertolongan, apakah orang lain sudah sejahtera atau belum, padahal dirinya pun masih serba kekurangan.

Akhir kata --untuk mengingatkan diri sendiri-- bahwa tidaklah penting apakah kita memiliki harta banyak atau tidak, apakah kita bisa makan atau tidak, selama masih ada orang-orang di sekitar kita masih perlu pertolongan, maka ulurkan tangan. Bukan hanya ucapan, tetapi tindakan nyata.

Semoga bermanfaat.

-ooOoo-

Don't Talk, ActDon't Say, ShowDon't Promise, Prove


#OneDayOnePost

10 comments:

  1. Dih ... jadi pengin lihat di yutub. Tayang gak ya?

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. T_T
    Semoga ya Pak, bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi sekitar.
    Benar, tidak hanya sekedar ucapan, namun tindakan nyata untuk membantu.
    Terimakasih Kang sudah diingatkan.

    ReplyDelete
  4. Like πŸ‘πŸ‘
    Karena ucapan tak akan menyelesaikan masalah tanpa adanya tindakan nyata..

    ReplyDelete
  5. Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

    ReplyDelete
  6. 😍😍😍😍😍

    ReplyDelete
  7. Benar pak setuju dgn isi tulisannya

    ReplyDelete
  8. Bener banget.. Menggugah tulisannya kang mantap πŸ‘πŸ‘ thank you for writing thisπŸ™

    ReplyDelete