:::: MENU ::::

Selama denyut dalam nadi menapak, mungkin inilah tantangan yang paling aneh dan membuat adrenalin terburai. Coba bayangkan, selama hampir dua minggu linimasa akun medsos Facebook, banjir oleh berbagai goresan tinta para mastah: puisi.

Lalu, dengan senang hati saya terima tantangan tersebut. Bukannya saya merasa sanggup atau jago, tetapi lebih menikmati apa yang bisa saya tulis (selama itu bsa ditulis). Lalu, setelah selesai kelas puisi ketika rendezvous ODOPers di Tebet, dan kelas materi di ODOP Batch 5 saya agak pede untuk ikut menggoreskan tinta, menulis sebait rindu.

Dan inilah bait-bait yang menembus rindu, kenangan, dan cinta itu. Apapun yang kalian baca dan rasakan, entah itu geli, lucu, enek, kagum, sedih ataupun bahagia, saya ucapkan selamat menikmati. Tabik!

-ooOoo-

Puisi-puisi karya Dwi Septiyana

KETIKA TUHAN DIHISAB
(kisah sufi)

konon, ada seorang baduwi
menggeret kereta diryah
beribu tapak jauhnya
melewati hamparan lengang

ketika telah lekang
hari menapak senja
tak ayal nafasnya terengap
berjinjit di ujung tombak

izrail menghardik
membawa teguran
kepada dia yang khilaf
para pengembara

kau akan dihisab Allah, wahai fulan
kereta diryahmu terlalu besar

baik, wahai izrail
jika Allah menghisab diriku
aku pun akan menghisab Allah

bergetar izrail

Allah pasti akan menghisab
karena kereta diryahku
dan aku sebagai hamba-Nya
akan menghisab Maha Ampunan-Nya

bergetar 'Arasy

Kubah Masjid Al Mudzakkarah, 23 Febriari 2018 / 7 Jumadil Akhir 1439

-ooOoo-

MENEMBUS KARANG

menerawang
sinar mentari garang
perut kerontang
di depan rumah makan padang
pikiran melayang
sembari mengulum ilalang
tak ada uang
terpaksa kurampok gudang
agar hati tenang
lambung kenyang
sayang
nasibku malang
hidup berakhir di élpé cipinang

Jalan Parang, 22 Februari 2018

-ooOoo-

BAHASA IBU

sewindu, kau merapalkan mantra
berderap tanpa henti
memeluk dalam kemewahan
membungkus dalam renjana

tanpa kitab, kau menguasai cahaya langit
tanpa atikan, kau membawa kasih sayang Tuhan

lalu, mereka hanya
membaca satu bait puisi
langkah mereka seakan telah sahih
mangangkat telunjuk demi kebenaran

ah ...
kekuatan rapalan mantramu tak pernah tergantikan
tanpa pernah membaca kitab, 
tanpa pernah mengenyam atikan

karena kau, ibu ...
hanya memiliki asih, 1)
hanya memiliki kadeudeuh 2)

kau memecut dengan pamali 3)
kau menunjukkan jalan benar dengan netepan 4)
kau menginginkan akhlak baik dengan panangan saé 5)

Balaraja, 21 Februari 2018, Memeringati Hari Ibu


1) asih = sayang
2) kadeudeuh = rasa cinta
3) pamali = ungkapan larangan
4) netepan = sembahyang, salat (Muslim)
5) panangan saé = tangan baik, kelakuan baik

-ooOoo-

ASIH GURU KEPADA MURIDNYA

heug, silakan duduk sayang
kelindan cahaya akan segera merangkulmu
pagi ini
dalam pelukan baskara

aku, orang tuamu
tak pernah meminta kau sanggup
tak pernah menyuruh kau menjadi kampiun
tak pernah memohon dirimu untuk membawa lencana

kau, anaking
berjalan lah menapak jejak
dengan tegak
dengan gagah
menantang cakrawala

tapi, ingat ...
tetaplah membumi
menjadi bungkuk dalam kelana
menjadi gelap dalam pusaka
menjadi musa kepada khidir

Situteraté, 20 Februari 2018

-ooOoo-

SETELAH PERTEMUAN

bendungan gulana
tak mampu menahan sungai bayangan
dari hulu mantik
asa yang membuncah

lalu,
satu per satu mereka beranjak
dari amben empuknya
menembus rintik renjana

"ah, bahagainya kita bersua!"
"apa kabar kawan, apa kabar sahabat?"
"duhai ternyata kita masih keluarga"

setelahnya,
kami berpisah kembali
merajut ukhuwah
dalam kebaikan, dalam menebar ilmu

duhai ...

Situteraté, 19 Februari 2018

Untuk ODOPers satu hari setelah rendevu

-ooOoo-

RENDEZVOUS

Temaram, fajar di ufuk timur
Butiran tetes hujan
Melepas rasa kadeudeuh
Pada lemah cai

Tunggu, Kawan ...
Kadeudeuh kuring jeung anjeun
Akan membuncah
Pada temaram yang kelabu

Saat itu akan tiba
Ketika aku, kau, dan mereka
Bersua dalam bahagia
Melepas tepas yang kebas

Cikande Indah, 18 Februari 2018


*) kadeudeuh = orang yang disayangi
**) kadeudeuh kuring ka anjeun = sayangnya saya kepadanya

-ooOoo-

MENAPAK JEJAK CIDURIAN

Kau tak akan pernah tahu
Senyap yang kupendam
Bersama kepingan tasbih
Dan buliran permata

Tatkala senja merayap
Menyelinap dalam gamang
Menyamar menyerupai surga

Kelokan yang selalu membuatku bahagia
Dalam pengembaraan
Menapak kehidupan fana
Mendengus jejak sungai cidurian

Cikande, 17 Februari 2018

-ooOoo-


#OneDayOnePost

6 comments:

  1. Sungguh indah puisimu wahai pak guru,
    Beragam asa tertanam indah di kalbu.
    Sungguh engkaulah mastah puisi itu,
    Perkenankan kami belajar padamu.

    ReplyDelete
  2. Waduh pak, puisinya mantap nian, mastah puisi rupanya pije kita ini pantas saja menular ke anak2 nya di Mars^_^

    ReplyDelete
  3. Walaaahh pak Yanyan tuh ya emang top banget.
    Terpana saya mengunyah setiap kata dalam bait2 puisinya..

    Keren pak. Gk sanggup bacanya heheh

    ReplyDelete
  4. Keuuureeeen banget puisi2nya pak guru. Ajarkan pada kami bagaimana ilmunya :)

    ReplyDelete