:::: MENU ::::


Ketika memberikan sebuah hikmah, bisa saja disajikan dalam bentuk humor.

Dalam khazanah budaya Sunda kita kenal isitlah carita sabulangéntor. Sejatinya masyarakat Sunda (urang Sunda) memang sangat menggandrungi berbagai humora atau banyolan. Kata sunda sendiri sering diplesetkan menjadi "suka bercanda". Bahkan, jika anggota dewan membuat undang-undang yang melarang humor, maka suku Sunda adalah suku yang pertama akan punah, hehehe ....

Pertantaannya apa itu "carita sabulangbéntor"? Dan apakah di setiap carita sabulangbéntor selalu terkandung hikmah atau  pelajarannya?

Carita atau cerita bermakna sebagai sebuah kisah yang dituturkan kepada orang lain dengan gaya bahasa yang sangat ringan. Terkadang carita hanya berupa satu dua paragraf saja. Sedangkan saya sendiri tidak menemukan literatur yang menjelaskan arti dari sabulangbéntor. Berbagai referensi hanya menunjuk kepada cerita humor, sebuah tulisan fiksi yang memancing pembacanya untuk tertawa.

Tokoh paling terkenal pada carita sabulangbéntor adalah Si Kabayan, seorang pemuda lugu, polos, tidak pernah iri dengan orang lain, dan tidak mengenyam pendidikan tinggi. Suatu saat Kabayan berjalan dengan kawan-kawannya, beriringan. Anehnya setiap kali jalan menurun, Si Kabayan menangis tersedu. Sebaliknya, ketika mereka berjalan melewati jalan yang menanjak. Dia malahan tertawa, merasa senang gembira melewatinya. Padahal kawan-kawannya merasa kelelahan, berjalan 
setapak demi setapak begitu menyiksa.

Dengan terheran, seorang kawannya bertanya tentang kebiasaan ganjil Si Kabayan. Apa jawabannya? Ada yang bisa menebak?

Dengan entengnya --sambil mengulum batang ilalang-- pria setengah tambun itu berkata, Begini hei kawan-kawan, kalau jalan menurun saya selalu teringat setelahnya pasti jalanan akan menanjak. Makanya saya menangis, sedih, melihat penderitaan yang ada setelahnya. Nah, kalau jalanan menanjak, saya yakin setelah itu pasti bakal ada turunan. Siapa yang tidak senang kalau ada jalan menurun. Ya, saya tertawa senang lah. Karena hidup ini hanya heuheuy deudeuh dan durang duraring.

Jika disangkupautkan dalam ajaran agama, jalanan menurun diibaratkan sebagai rezeki, atau anugerah. Bisa juga sebagai kemenangan ketika berlomba. Nah, ketika berada di puncak, kita anggap sebagai anugerah, bukan semata-mata karena perjuangan kita. Tetap merendah, tetap bersyukur, karena suatu saat kita akan berada dalam keterpurukan. Namun ketika berada dalam kesusahan jangan pula terlalu bersedih, jangan merasa dirundung kemalangan, karena di dalam kesulitan selalu ada kemudahan.

Ada satu cerita lagi yang sangat saya sukai. Cerita ini dipopulerkan oleh Kang Ibing. Pada suatu hari ada maling hendak mencuri rumah seorang saudagar. Naas nasibnya tidak beruntung. Ketika tengah memanjat genteng rumah saudagar itu, dia terpeleset. Kayu kaso penyangga atap patah, akhirnya tubuhnya terhempas membentur lantai dan meninggal. Maka, pengadilan pun dibuka untuk mengusut siapa yang bersalah atas tuntutan istri si maling yang tidak terima suaminya meninggal.

Dipanggillah oleh hakim pemilik rumah, "kenapa kamu membangun rumah atapnya gampang roboh, sehingga menyebabkan orang meninggal?"

"Ampun Pak Hakim, saya menyuruh tukang bangunan membuatnya. Bukan salah saya." Jawab pemiliki rumah.

"Panggil tukang bangunan!" Maka tukang bangunan pun menghadap ke pengadilan.

"Kamu yang membangun atap rumah, hayoh tanggung jawab sampai patah dan menyebabkan orang meninggal?"

"Bukan salah saya," tukang bangunan membela diri, "ketika memasang atap rumah saya tidak bisa konsentrasi. Ada perempuan di sebelah rumah yang memakai pakaian merah, roknya selutut, sebagai laki-laki normal saya tertarik Pak Hakim. Sehingga perhatian saya terbagi dua."

"Nah, tunggu apalagi, berarti ini salah tetangganya. Panggil perempuan itu!"

Singkat cerita perempuan itu dipanggil oleh hakim. Pertanyaannya sama, "berarti kamu yang bersalah, wahai perempuan mengenakan pakaian merah rok pendek!"

"Bukan, bukan salah saya. Mohon dengar penjelasan saya dahulu Bapak Hakim." Setengah gemetar perempuan itu membela diri.

"Kenapa kamu tidak merasa bersalah, hah?!"

"Ini salah tukang celup. Saya kan menyuruhnya mencelup pakaian saya dengan warna hijau. Kenapa dia malah merubahnya jadi warna merah?"

"Hmm, benar juga. Ya ya, ini pasti salah tukang celup. Panggil tukang celup!" Pengawalnya dengan sigap memanggil tukang celup.

"Tidak ada alasan lagi, kamu tidak bisa mengelak, hai tukang celup. Kamu yang bersalah telah menyebabkan orang itu mati." Sembari mengambil palu, dia ketok tiga kali, "keputusannya dia dihukum gantung!"

Ramailah orang-orang di ruang sidang. Saling bisik berbisik. Saling lirik melirik, sebagiannya lagi saling senggol menyenggol. Algojo telah bersiap di lapangan. Tali, tiang, kapak, telah selesai dipasang. Keputusannya sudah final tak ada naik banding, tidak ada protes yang didengar, tidak ada peninjauan kembali.

Selang beberapa waktu, sang algojo menghadap Pak Hakim.

"Lapor Pak Hakim, saya sudah melakukan apa yang bapak perintahkan, menggantung si tukang celup."

"Bagus!"

"Tapi, dia tidak meninggal."

"Apa?!"

"Tiang gantungnya terlalu pendek Pak Hakim, sedang dia tubuhnya jangkung sekali."

"Aduh, bagaimana kamu ini, masa tidak faham masalah enteng seperti ini? Cari jalan keluar dong."

"Bagaimana jalan keluarnya Pak? Ganti tiang gantungannya?"

"Jangan. Sudah cari saja tukang celup yang pendek. Beres kan?"

Langkah tegap kembali terdengar di ruang sidang. Dengan sigap sang algojo mencari tukang celup bertubuh pendek. Tak lama algojo sudag menghadap hakim lagi. Kali ini membawa seseorang yang bertubuh pendek sekali.

"Salam Pak Hakim."

"Hai tukang celup, hari ini kamu akan mendapat hukuman mati dari pengadilan."

"Lah, apa salah saya Pak Hakim?" keringat dingin membasahi keningnya.

"Karena kamu pendek!"


-ooOoo-

Dari carita sabulangéntor yang kedua apa makna yang bisa diambil? Dalam kehidupan sehari-hari juga, terkadang ada keputusan yang tidak adil. Khusunya pengalaman diri saya sendiri, seperti memberi hukuman bagi anak-anak didik. Karena anak yang satu lebih pintar dalam akademik, maka pujianlah yang sering diterimanya. Atau karena anak yang satu memiliki tampang cantik atau ganteng, kita lebih memerhatikan dirinya dibanding yang lain. Tidak fair. Tidak objektif.

Dalam skala yang lebih besar, ada pimpinan yang salah memberi label kepada anak buahnya. Hanya karena ada anak buah yang hubungannya dekat dengan kepala dinas misalnya, lalu dia tidak serta merta memberi teguran atau sanksi ketika anak buah itu bersalah. Malahan kesalahannya seringkali dialamatkan kepada orang lain yang, dalam tanda kutip, tidak memiliki pengaruh apa-apa kepadanya. Hanya karena kesal karena pada hari efektif pembelajaran tidak berjalan, pimpinan menyalahkan wali kelas atau guru mapel. Padahal masih bisa menegur atau menyalahkan urusan kurikulum. Dan sebagainya.

Inilah sekelumit dan tulisan sangat singkat tentang satu lagi khazanah yang tumbuh subur di dalam masyarakat --urang Sunda-- kita. Sehingga kebajikan yang diwariskan tentu saja harus kita pelihara, selama itu memiliki nilai-nilai islami dan membawa kepada kebaikan.

Demikian. Mohon maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan atau salah dalam memahami. Semoga bermanfaat, tabik!


-ooOoo-



#OneDayOnePost

15 comments:

  1. Keren, saya suka sekali dengan tulisan ini

    ReplyDelete
  2. Kabayan ketemu iteung
    Iteung membaca majalah manglè
    Ini tulisan keren banget eung
    Saya urang sunda suka sekalè 😁

    ReplyDelete
  3. Tulisannya keren. Suka banget.
    Sangat bermanfaat Pak Guru.
    Terimakasih ^_^

    ReplyDelete
  4. Bisa disebut kearifan lokal bukan Pak Guru?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi, krn terkadang apa yg dilakukan Kabayan dlm cerita, dilakukan juga oleh Urang Sunda

      Delete
  5. Keren pak guru...
    Kisahnya penuh hikmah..

    ReplyDelete
  6. Orang pendek aja lagi yang salah. Sebagai orang pendek, saya mau ajukan banding..

    ReplyDelete
  7. Keren bangt kang Dwi. Bisa sebagai bahan refleksi. Dan sedikit lucu ya😁

    ReplyDelete
  8. Masya Allah... bermanfaat banget tulisannya 👍👍👍


    Dan mmg yg berbau2 humor tp penuh hikmah lebih bs diterima orang2,

    ReplyDelete
  9. Kece pisqm tulisannya kang 👏👏 btw tabik itu artinya apa kang? 🙇

    ReplyDelete