:::: MENU ::::

Terkadang kita tak pernah merasakan beruntungnya memiliki, sampai akhirnya kita kehilangan. Masa-masa sekolah yang terkadang kalian berbuat khilaf dan berjalan dalam rel yang salah. Jangan salahkan kami, jangan pula dendam kepada kami ketika bentakan dan tamparana pernah dirasakan.

Baiklah, mungkin Bapak adalah sosok yang dibenci, dan banyak anak menyebut sebagai "guru killer". Waktu menunjukkan hal itu. Siapa pun yang melihat sosok ini, mereka akan berusaha memasang wajah baik atau berjalan menghindar agar tidak berpapasan. Momen yang tak pernah dilupakan adalah ketika Bapak hendak menuju ruang kelas. Baru saja membuka pintu ruang guru untuk keluar, semua anak-anak yang kucintai --yang kebetulan sedang nangkring di teras kelas--, bubar jalan, berhamburan, masuk ke dalam kelasnya masing-masing.

Tidak ada sedikit pun niatan untuk menjadi yang ditakuti (semoga bukan karena takut, tetapi lebih karena segan). Tidak ada pula rasa bangga menyandang "guru killer" yang kalian sematkan. Bukan karena Bapak benci kepada kalian. Bukan! Karena ada cerita dibalik seorang guru yang ingin melihat anak-anaknya menjadi orang hebat ini. Begini kisahnya ....

Lebih dari 15 tahun lalu, guru yang selalu mencintai anak-anaknya itu hidup dalam lingkungan semi militer. Seorang bocah sekolah dasar yang tinggal bersama kedua orang tua luar biasa. Maka, nasib membawa ayahnya mengajar di salah satu sekolah menengah atas terbaik di negeri ini: SMA Taruna Nusantara.

Tidak disangsikan lagi, bagaimana pendidikan yang keras dan disiplin yang diajarkan di sekolah itu. Sebuah sekolah dibangun atas kerja bareng TNI dan Perguruan Tamansiswa. Di sanalah para pemuda usia SMA digembleng di 'kawah candradimuka' sehingga menjadi manusia berkarakter, takwa, disiplin, jujur, pantang menyerah, setia kawan, nasionalis, dan berbudaya.

Suatu waktu, pada dini hari yang dingin, dua jam sebelum azan Subuh berkumandang. Terdengar ketukan keras pintu ruang tamu. Mereka terkaget, dikira ada suatu hal yang teramat penting. Bayangkan saja. Semua orang sedang terlelap, tidak akan pernah mengira bakal kedatangan tamu, dengan ketukan pintu keras.

Sontak ayah bocah tersebut bangun, diikuti oleh ibunya. Mereka semua telah siap mendengar kabar terburuk, entah dari keluarganya di Bandung, entah kabar dari sekolah, entah dari manapun. Tanpa basa-basi seorang tinggi besar berkepala gundul meminta ayahnya untuk dengan segera menyiapkan sebuah teks pidato. Hanya sebuah teks pidato!

Huff. Semua menggelengkan kepala. Kabar itu adalah mereka meminta untuk menyiapkan sebuah teks pidato yang akan dibacakan oleh kepala sekolahnya pada apel menyambut kedatangan tamu dari Mabesad. Peristiwa itu terekam kuat dalam ingatan bocah bertubuh kurus itu. Dan peristiwa itu pada suatu saat kelak, di masa depannya, menjadi pondasi kuat membentuk pribadi dan karakternya.

Lamunan bocah itu berkata begini: jika ayahku saja harus selalu siap ketika atasannya memanggil dan memberi suatu tugas, tanpa mengenal waktu, bagaimana aku yang seorang bocah jika dipanggil oleh Sang Maha Kuasa. Jika oleh manusia saja ayahku harus selalu siap, bersedia berkorban waktu dan pikiran, tentu saja aku pun harus selalu siap berkorban --waktu, tenaga, pikiran, dan hati-- ketika diminta oleh Tuhan.

Nah, cerita singkat di atas bukanlah sebuah cerita menggugah siapa pun, hanya sebuah cerita sederhana namun memiliki arti begitu besar bagi bapak. Toh, di dalam ajaran agama pun kita harus berdisiplin, seperti salat awal waktu dan berjamaah. Atau seperti ketika berpuasa, kita disunahkan mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Bahkan dalam kitab suci umat Muslim, Alquran, terdapat surah dengan nama "waktu", yaitu Al 'Ashr.

-ooOoo-


BERSAMBUNG ...


HALAMAN        <<   1
#OneDayOnePost

12 comments:

  1. Masih belajar bagaimana membuat tulisan se apik ini

    ReplyDelete
  2. mbak Dika mah merendah, keren jg kok tulisan2nya..

    ReplyDelete
  3. Terkadang kita tak pernah merasakan beruntungnya memiliki, sampai akhirnya kita kehilangan. (Masih terasa sampai sekarang T_T)
    Kisah yang luar biasa Pak.
    kami juga sangat tahu 'guru killer' ialah sosok yang begitu perhatian pada kami, yang setia selalu mengingatkan.
    Terimakasih Pak Guru, kembali kau torehkan amanat untuk kami.
    Jangan pernah lelah untuk selalu mengajarkan segala ilmu hingga dapat kami amalkan dan akhirnya menjadi amalan untukmu di sisiNYA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. isshh, jadi sy yang terharu.. insya Allah, satu diantara amal jariyah: ilmu yg bermanfaat

      Delete
  4. Betul sekali πŸ‘πŸ‘πŸ‘ Semoga taatnya kita pada atasan, lebih taat kita pada Allah yang Menciptakan,

    ReplyDelete
  5. Aheeuuu~~~ :3
    Saya merasa terpelatuk bacanya XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. emangnya angsa, terpelatuk, hehehe...

      Delete
  6. Aku tau siapa bocah tersebut πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Alhamdulillaah.. bun bun lebih kereeennn

      Delete