:::: MENU ::::

Kalau sebuah bahasa dengan kesusasteraannya tidak didukung oleh tradisi membaca masyarakatnya, maka kematiannya akan segera menyusul” __ Ajip Rosidi dalam Mencari Sosok Manusia Sunda: Sekumpulan Gagasan dan Pikiran

One Day One Post (ODOP) Community mengharuskan anggotanya mem-posting setiap hari satu postingan. Tidak ada ketentuan obyek yang harus diposting, sesuai dengan 'passion' atau minat masing-masing. Maka, muncullah berbagai tulisan yang beragam, mulai dari fiksi, cerpen, fiksi mini, kumpulan puisi, prolis, sampai tulisan tentang review, kuliner, opini, artikel, bahkan curhatan.

Menulis secara konsisten setiap hari tentu saja mempunyai dampak signifikan terhadap kemampuan literasi seseorang. Kita tahu semua bahwa syarat utama posting adalah menulis. Tidak mungkin kan, posting hanya mengambil ('copy paste') tulisan orang lain. Nah, dampaknya tentu saja kita akan terbiasa menuliskan pikiran-pikiran yang ada di dalam kepala. Seseorang yang menulis setiap hari pikirannya akan mengalir, membuat pikirannya terbuka terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya.

Mungkin pada awal-awal anggota ODOP akan merasa terpaksa dengan melakukan satu posting setiap hari. Tidak semua orang bisa menulis, sanggup menjadi anggota ODOP. Bahkan seorang yang tulisannya sudah baik, tetap saja perlu kemampuan lebih agar tetap bisa memposting satu postingan setiap harinya. Di sinilah dituntut sebuah komitmen dan konsisten agar apa yang menjadi kebiasaan tetap bisa berlanjut sampai kapan pun.

Apakah cukup dengan menuliskan pikiran-pikirannya seseorang bisa menjadi penulis yang baik?

Di awal tulisan sebuah petuah dari Kang Ajip Rosidi, sastrawan kawakan dari Tatar Sunda, mengatakan bahwa kesusasteraan yang tidak didukung oleh tradisi membaca masyarakatnya akan mati. Lalu, jika mengaca pada perkembangan zaman dengan teknologi canggih sekarang ini, sebagian besar orang hanya menyenangi membaca cepat ('speed reading'), dimana tulisan-tulisan singkat seperti quotes, meme, dan tulisan singkat lainnya itulah yang mereka baca. Semakin jarang mereka menggali informasi ataupun data lainnya dengan membaca sebuah referensi buku yang kredibiltasnya sudah diakui. Kebetulan saya berada di institusi pendidikan, dimana kebiasaan membaca penghuninya bisa dikategorikan rendah. Bukan hanya peserta didiknya, bahkan pengajar dan pendidiknya pun kurang memiliki interest dalam membaca. Terkadang berita singkat atau video singkat seperti video Instagram yang hanya 1 menit lebih mereka minati daripada membaca ulasan seorang tokoh dalam artikel atau surat kabar.

Komunitas ODOP mengadakan Reading Challlange ODOP, dimana semua anggota ditantang untuk membaca buku dengan berbagai ketentuan. Seperti misalnya dalam sembilan hari harus menyelesaikan membaca 2 buku. Menuliskan review buku lalu mempostingnya. Menuliskan quote dari buku yang dibaca setiap hari. Nah, dari kebiasaan inilah kita diharap mampun meningkatkan kemampuan membaca dan dapat berpengaruh pada kemampuan menulisnya. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Apa yang diamanatkan Kang Ajip tentu saja sebagai cambuk, agar kita selalu membaca, membaca, dan membaca, agar sastra Indonesia tetap eksis, bahkan berkembang lebih baik lagi. Dari tulisan di atas, bisa diambil benangmerahnya, sebagai alasan saya untuk bergabung di RCO (saat ini menginjak angkatan 3). Semoga apa yang menjadi tujuan RCO, khususnya keinginan saya pribadi, untuk menjaga literasi anggotanya tetap berjalan baik dapat tercapai. Bukan hanya kepentingan komunitas ODOP semata, tetapi efeknya akan berimbas kepada dunia literasi yang lebih luas, dunia literasi di negeri ini.

8 comments:

  1. Semangat2.....yuk, nantang diri ikutan RCO Kang......lama nggk keliatan nih :D

    ReplyDelete
  2. Kenapa ada foto Nicholas Saputranya? Kakak kembarannya ya? Titip salaaaam. Saya fans berat

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu adik saya Mbak Hiday, beda bapa beda ibu saja sih, hehehe...

      Delete