:::: MENU ::::

"Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka." _ Kitab Durrotun Nashihin, karya Utsman bin Hasan al-Khubawi.

Semua umat Muslim di seluruh dunia menyambut dengan sukacita kedatangan bulan Ramadhan, marhaban yaa Ramadhan Mubarak. Tak ada satu pun yang bersedih melihat kedatangannya. Walaupun memang tidak semua orang memiliki nasib sama. Sebagian memiliki rumah, harta berkecukupan, bisa dengan tenang berbuka dan beribadah selama Ramadhan. Sebagian lainnya memiliki rumah, namun hanya cukup untuk berteduh. Sedangkan untuk makan sahur, berbuka, dan beribadah lainnya, mereka tidak memiliki harta cukup, mereka berada dalam kekurangan yang teramat. Di belahan bumi lain, umat Muslim terus dilanda konflik dan perang berkepanjangan. Mereka inilah yang tidak dapat menikmati indahnya Ramadhan dengan tenang dan khusyuk. Lihat saja bagaimana negara-negara di Timur Tengah saling berlomba memperebutkan ladang minyak, berperang dengan sesama sesamanya. Atau lebih jauh ke bagian utara, bagaiaman bangsa Palestina lebih dari tujuh dekade dijajah, direbut haknya, dianiaya dengan sadis oleh tentara zionis.

Syukur alhamdulillaah kita sebagai bangsa merdeka berada di dalam negara yang aman tenteram, bisa menjalankan semua amal ibadah dengan khusyuk dan damai. Tak ada satu hal pun yang mengganggu atau melarang kita beramal ibadah di bulan syahrul Qur’an ini. Berbagai ibadah dan juga tradisi sangat memberi warna kegiatan bulan Ramadhan yang telah lama dilakukan Muslim di tanah air. Satu diantaranya adalah “bukber”, buka bersama.

Bahkan ketika puasa baru menginjak sepuluh hari pertama sebagai pembawa rahmat, kita sudah berurusan dengan bukber, lalu mengobrol dengan serius menentukan kapan dan dimana bukber akan dilakukan. Tentu saja rutinitas tahunan yang selalu diikuti oleh sukacita, kegembiraan dan berbagi. Mulai dari keluarga, saudara, teman sejawat di tempat kerjaan, alumni SMP, alumni SMA, paguyuban, antar departemen, dan sebagainya.

Bukber tidak melulu merupakan buka bersama, buka bareng dengan teman-teman atau saudara. Di sini kita diajarkan untuk tetap menjalin tali silaturahmi dengan saudara-saudara kita. Di sinilah diambil momentum, pada bulan Ramadhan, menjalin kembali tali silaturahmi yang terkadang terlupakan. Oh ya, tentu saja, ketika semua orang larut dalam rutinitas keseharian maka keluarga saudara yang berada jauh di daerah lain terkadang lupa untuk tetap berkomunikasi. Atau ketika teman-teman, kawan, sahabat yang telah lama tak bertemu karena berada jauh di tempat lain, pada momen bukber inilah kita semua dapat menyapa, berbagi kegembiraan dan saling bertanya tentang kabar. Lalu, setelah itu biasanya kita akan mengundang juga anak-anak yatim untuk bergabung, memberi perhatian, memberi sandang dan pangan, atau berbagi sedikit harta yang kita punya.

Sungguh indah ketika kita bisa melakukan “bukber” di bulan yang penuh ampunan dan berkah ini. Semua orang mendapat keberkahan. Semua. Tidak hanya umat Muslim. Tetapi semua orang di seluruh dunia akan mendapat keberkahan bulan Ramadhan.

Bagaimana, sudah siap dengan jadwal bukbernya?


-ooOoo-

#OneDayOnePost
#RamadhanWritingChallenge
#RWCODOP2018
#Day2
#Bukber

0 komentar:

Post a Comment