:::: MENU ::::

Jika kepulauan yang terletak di gugusan lempeng bumi Eurasia, Indo-Australia, dan lempeng Pasifik ini seperti sebuah rumah, maka inilah rumah maha besar bernama Indonesia. Sebuah rumah besar beratap merah, berdinding putih, didiami oleh 261,1 juta orang (2016), lebih dari 300 kelompok etnik, 1.340 suku bangsa, 700 lebih bahasa daerah, dan enam agama serta kepercayaan lainnya. Luar biasa, bukan. .

Tidak ada satu pun di luar sana yang memiliki rumah sekaya raya rumah kita ini, rumah dengan papan nama di depannya "Bhinneka Tunggal Ika." Bagaimana tidak, dengan jumlah penduduk kelima terbesar di dunia, berjuta perbedaan, tetapi tetap satu, mendiami satu rumah besar. Beribu pulau, menjadikan sebagai negara kepulauan terbesar, beribu kilometer panjangnya, namun di semua pelosok siapa pun dapat berbahasa Indonesia. Rumah ini memiliki sumber daya manusia begitu luar biasa, ditambah demografi usia produktifnya mencapai angka lebih dari 50%. Jangan tanya sumber daya alamnya, mulai dari hutan, perkebunan, sawah, tambang, gunung kapur, gunung berapi, keindahan pantai, lautan, samudera, taman bawah laut, hewan dan tanaman langka, dan berjuta, bahkan beratus juta sumber daya alam lainnya.

Bayangkan saja, kita semua adalah penghuni rumah besar ini. Dengan berbagai sifat, karakter, warna kulit, kebiasaan, dan pemikiran yang sangat berbeda. 'Ndilalah', ada penghuni yang kerjaannya menjelek-jelekkan rumahnya sendiri. Ketika sebagian penghuni membeli furnitur ruang tamu, mereka mengatakan kayunya jelek. Ketika penghuni lainnya berusaha memperbaiki gentingnya yang bocor, mereka akan teriak usaha itu hanya ingin mendapat pujian saja.

Bahkan ketika anak-anak kecil penghuni rumah ini bermain-main, bersenda gurau, menikmati mainan yang sudah disediakan, mereka tetap saja berkata bahwa anak-anak itu tidak ada kerjaan, hanya bermain tidak ada guna. Mainannya pun punya orang lain, tidak ada yang bisa dibanggakan. Anak-anak remajanya mulai menunjukkan bakat dan kemampuan berkompetisi, bahkan sampai ada yang meraih juara tingkat dunia. Penghuni yang satu ini tetap saja "nyinyir" berkomentar tentang kekurangannya, bahwa prestasinya biasa saja, bahwa bajunya jelek, bahwa sepatunya bukan sepatu atlet, dan sebagainya.

Bayangkan jika kita sebagai penghuni rumah besar ini, satu atap dengan penghuni lain yang kerjaannya selalu menjelek-jelekkan rumahnya sendiri. Sama sekali tak pernah keluar dari mulutnya ucapan terima kasih, atau turut bergembira dengan keberhasilan dan kebahagiaan penghuni lainnya. Apakah layak orang-orang seperti ini --yang setiap hari, dari mulutnya hanya keluar kata-kata penuh kebencian, berpikiran negatif, berprasangka, menyebar berita bohong, selalu melihat keburukan dan kekurangan rumah besar ini, bahkan menjelek-jelekkan penghuni lainnya-- tinggal di sebuah rumah besar dengan beribu perbedaan di dalamnya? Apakah pantas orang-orang seperti ini tetap diberi tempat meneduh, padahal selalu memperburuk tempat meneduhnya sendiri?

Bangsa ini terlalu besar untuk dirusuhi oleh orang-orang yang 'kebelet' dengan nafsu syahwat --harta, tahta, dan wanita. Karena bangsa ini dibangun dari rasa senasib sepenanggungan, didasari oleh kegotongroyongan, dan diprakarsai oleh kesepakatan semua golongan: pemuka agama, suku bangsa, golongan, dan etnis. Bangsa ini terlalu besar untuk didiami oleh orang-orang yang berpikiran picik, orang-orang yang penuh prasangka dan tidak pernah adil dalam berpikir.

Bangsa ini adalah rumah bagi semua orang, dengan ikatan sebuah tali Negara Kesatuan Republik Indonesia. Titik! Tidak ada satu pun yang boleh membuka tali perekat Nusantara ini selamanya. Begitu pun dengan dasar negaranya, ideologi Pancasila, adalah harga mati. Tidak ada satu golongan pun yang diizinkan untuk merubah ideologi bangsa besar ini!

Semoga tujuh dekade lebih, rumah besar bernama Indonesia ini dibangun, tetap langgeng dan berdiri selamanya, semakin menunjukkan kehebatannya, sebagai bangsa yang terkenal dengan ramah tamah, toleransi, dan pembuat kedamaian di atas muka bumi ini. Dirgahayu Republik Indonesia ke-73, Merdeka!

#DirgahayuRIKe73
#DirgahayuIndonesia
#KerjaKitaPrestasiBangsa
#OneDayOnePost
#SebarCeritaBaik

3 comments:

  1. kayak pernah baca ini... tapi dimana ya??? 🤭😂 ini plagiat dari statusnya sendiri ya kANG? :D

    ReplyDelete