:::: MENU ::::

Betapa hebatnya membaca cerita-cerita orang hebat. Rasa kagum dan takjub menyelimuti diri ini. Perlahan, ketika mulai membaca dari kata pertama, lalu kalimat, terus menjadi paragraf, perlahan menjadi rangkaian cerita dengan alur yang mendayu-dayu, sedih, berubah menjadi riang gembira, sampai membuat diri ini merenung. Ah, ternyata cerita ini berkisah tentang sebuah hikmah.

Banyak orang-orang hebat, menuliskan cerita dan kisahnya, lalu menghipnosis para pembacanya, sehingga pikiran mereka mengalami trance, sebuah kondisi keluar dari kesadaran menuju ke alam bawah sadar, lupa segalanya, kecuali apa yang merasuki mereka. Terkadang aku berpikir, ah, orang-orang hebat itu bukan sedang menuliskan ceritanya, tetapi sedang merapalkan mantra. Mereka --orang-orang hebat itu-- bukanlah penulis, sudah pasti mereka adalah penyihir berbahaya. Bedanya rapalan mantra orang-orang itu tidak diucapkan, melainkan ditulis. Lalu, sebagian orang lainnya membaca rapalan mantra itu, akhirnya orang hebat yang sebenarnya penyihir itu berhasil membuat pembacanya tersihir.

Entah apa yang ada di benak para "penyihir" itu. Dan entah terbuat dari apa. Bisa jadi mereka bukan manusia kebanyakan. Wajar saja jika mereka dengan tulisan-tulisannya bisa menyihir dan memengaruhi ribuan bahkan jutaan pembaca rapalan mantranya. Kan namanya juga penyihir, terang dong banyak orang yang tersihir. Banyak orang yang berubah pikirannya, berubah jiwanya, bahkan banyak yang menjadi "gila" gara-gara tulisan para penyihir itu. Jika manusia biasa, seperti kita pada umumnya terbuat dari tanah, kupikir para penyihir itu terbuat dari ramuan-ramuan yang dijampi. Mirip ramuan jamu bratawali sepertinya. Jika manusia biasa seperti diriku memiliki otak dengan volume sebesar dua kepalan tangan (kiri dan kanan), aku yakin mereka tidak memiliki otak, melainkan letupan-letupan cahaya mirip kembang api, sehingga para penyihir itu bisa dengan ringan dan sangat enteng untuk menuliskan ribuan cerita yang menggugah. Aku yakin itu.

Lantas, bisa tidak ya manusia biasa seperti saya menjadi seorang penyihir yang bisa membius dan menghipnosis ribuan bahkan jutaan orang? Sehingga mereka melakukan apa-apa (mantra) yang kutulis dalam sebuah cerita hebat.

Kalian harus yakin bahwa penulis-penulis (dalam bahasa manusia biasa) itu adalah seorang penyihir. Aku tidak berbicara asal. Terserah jika kalian menganggap diriku pembual, dan menganggap penulis itu hanya manusia biasa seperti manusia pada umumnya, tidak lebih. Tetapi orang-orang yang berpendapat seperti itu adalah salah besar. Karena tidak mungkin seorang manusia biasa bisa menyihir ribuan bahkan jutaan orang setelah selesai membaca mantra-mantra yang tersaji dalam bentuk sebuah buku.

Ah, sangat banyak kisah tentang seorang penyihir yang berhasil merapalkan mantra dalam bentuk tulisan. Bung Karno salah satunya, dalam kumpulan rapalan mantra dengan judul "Di Bawah Bendera Revolusi". Sudah berapa juta kumpulan rapalan mantra Bung Karno dicetak, lalu dibaca oleh banyak orang. Dan rapalan yang berisi pemikiran revolusioner Sang Putra Fajar itu seakan membuka jendela wawasan yang sangat jauh berbeda, yang kupikir tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa dan hanya bisa dilakukan oleh seorang penyihir. Mantra yang paling kuingat adalah tentang "Nasionalis, Agama, dan Komunis", lebih populer dikenal dengan mantra "Nasakom". Gonjang-ganjing dunia persilatan di tanah air bahkan dunia dengan ide "gila" Presiden pertama republik ini, menyatukan kekuatan antara orang-orang nasionalis, kaum agamawan, dan komunis. Jangan dilihat dari isi teksnya benar atau salah, lurus atau menyimpang, mungkin atau tidak mungkin. Tetapi lihatlah bagaimana cara pandang pemimpin dan para elit politik di dunia (khususnya tanah air) berubah. Dari yang menentang secara ekstrim maupun yang bergembira luar biasa. Mulailah apa yang kita kenal dengan "kudeta senyap" yang melibatkan agen rahasia milik sebuah negara adidaya.

Siapa yang tidak kenal dengan nama penyihir J.K Rowling. Bukan! Bukan wakil presiden republik ini sekarang. Itu Jusuf Kalla, seorang politisi dan pengusaha asal Bugis, Makassar. Ayolah, masa tidak kenal. Joanne Kathleen Rowling, dengan sengaja merapalkan mantra yang disamarkan kepada tokoh ceritanya, Harry Potter. Pendapatku begitu kuat bagaimana dia telah menyihir jutaan anak dan remaja. Sampai-sampai cerita penyihir yang asalnya tabu dan kurang populer, sekarang menjadi sebuah cerita yang sangat ringan untuk diobrolkan di meja makan sekalipun.

Sudahlah mereka itu --para penulis hebat--. bukan manusia melainkan penyihir. Titik! Setuju atau tidak setuju. Tulisan yang kutulis di atas sudah menunjukkan semuanya, membuka selubung rahasia yang mereka samarkan dengan nama penulis. Sudah terang benderang, tidak usah dibantah. Jika kalian masih tidak percaya, tunggu saja, aku akan segera menjadi penyihir, menuliskan rapalan mantra dahsyat, sehingga kalian akan tersihir sempurna, dan akhirnya secara sadar mengetahui, bahwa penyihir itu nyata, bukan ilusi. Merekalah para penyihir!

-ooOoo-

#OneDayOnePost
#ODOPBatch4

8 comments:

  1. Replies
    1. tinggal beli tongkat sihirnya, hehe... terus bulang sim salabim, jadilah diriku penyihir

      Delete
  2. Jadi penyihir setidaknya tulisan kita punya ciri khas. Gitu bukan sih kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya setiap penulis adl penyihir, dan masing2 bisa menyihir sesuai dengan kehendak hatinya... setiap org punya ciri khas, setiap org unik

      Delete
  3. Itu dia .. "penyihir" adalah predikat yang tepat untuk penulis hebat

    ReplyDelete